Ilmuwan Kembangkan Metode Tes Darah untuk Deteksi Dini Penyakit Parkinson

Ilmuwan Kembangkan Metode Tes Darah untuk Deteksi Dini Penyakit Parkinson
Tenaga kesehatan memproses sampel darah pasien untuk tes demam berdarah dengue di sebuah rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, pada 18 September 2023. (F. Xinhua)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Tim peneliti dari Israel berhasil mengembangkan tes darah baru berbasis RNA untuk mendeteksi penyakit Parkinson jauh sebelum munculnya gejala, demikian menurut pernyataan Universitas Ibrani Yerusalem (HU) pada Jumat (11/4).

Parkinson sering terdiagnosis hanya setelah kerusakan otak yang signifikan terjadi, ketika sebagian besar neuron yang relevan telah rusak. Kondisi ini menyoroti perlunya deteksi dini.

Metode baru ini, yang dirinci dalam jurnal Nature Aging, mengukur fragmen-fragmen RNA tertentu di dalam darah. Metode tersebut berfokus pada dua penanda biologis (biomarker) utama, yakni urutan RNA berulang yang terakumulasi pada pasien Parkinson, dan RNA mitokondria yang menurun seiring perkembangan penyakit Parkinson.

Dengan mengukur rasio antara fragmen-fragmen tersebut, tes ini dapat mengidentifikasi penyakit Parkinson pada tahap awal.

Dalam eksperimen, tes ini berhasil membedakan pasien Parkinson pragejala dan orang sehat sebagai variabel kontrol. Akurasi yang dilaporkan mencapai 86 persen, mengungguli metode diagnostik yang ada saat ini.

Secara khusus, penelitian ini juga menemukan bahwa level fragmen tipe pertama menurun setelah stimulasi otak mendalam, yang menghubungkan fragmen tipe pertama dengan mekanisme penyakit dan respons pengobatan.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini membuka jalan bagi intervensi dan perawatan dini yang dapat mengubah perkembangan penyakit, sehingga berpotensi memperbaiki hasil pada pasien melalui diagnosis dan perawatan yang tepat waktu.  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Peralatan Medis China Integrasikan Teknologi Mutakhir untuk Pacu Inovasi

Perangkat Berbasis Teknologi Roket Selamatkan Pasien dengan Kondisi Gagal Jantung

Rumah Terapi Kaki THZ Tera-P90, 30 Menit Cegah Stroke Sejak Dini

Semaglutide, Obat Penurun Berat Badan jadi Pilihan Baru Perangi Obesitas di China

Pelepasliaran Nyamuk Jantan Steril Bantu Cegah DBD di China Selatan

Peneliti China Rancang Jam Tangan Pantau Kesehatan Secara Real-Time Lewat Keringat

Antarmuka Otak-Tulang Belakang Beri Harapan Baru bagi Pasien yang Alami Kelumpuhan

China Dirikan Lembaga Penelitian Kedokteran Pertama Didukung Komputasi Kuantum

China Sambut Layanan Kesehatan Berteknologi AI dengan Hati-hati

Peneliti China Identifikasi Terapi Bakteri yang Berpotensi Efektif Cegah dan Obati Kanker Usus Besar