Warga RW 03 Baloi Centre Dukung Koperasi Merah Putih, Minta Bangunan Tidak Gunakan Fasum

Warga RW 03 Baloi Centre Dukung Koperasi Merah Putih, Minta Bangunan Tidak Gunakan Fasum
Ibu-ibu RW 03 Baloi Centre duduk di depan spanduk, menolak Fasum RW 03 Kelurhan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam dialihfungsikan jadi tempat bangunan Koperasi Merah Putih, Senin (12/1/2025) malam. (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Warga RW 03 Baloi Centre, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, pada prinsipnya menyatakan mendukung program pemerintah Koperasi Merah Putih. Namun, warga menolak rencana pendirian bangunan koperasi di atas lahan fasilitas umum (Fasum) yang selama ini digunakan sebagai ruang aktivitas sosial masyarakat.

Ketua RW 03 Baloi Centre, Purwanto, mengakui terjadi kekeliruan komunikasi terkait rencana pendirian Koperasi Merah Putih di Fasum RW 03. Ia menyampaikan penyesalan karena sosialisasi kepada warga tidak maksimal sehingga terjadi penolakan.

Warga RW 03 Baloi Centre Dukung Koperasi Merah Putih, Minta Bangunan Tidak Gunakan Fasum
Danramil 01 Lubukbaja, Kapten Inf Samjos Sirait bersama Sekretaris Camat Lubukbaja Much Bachri SAg MH, Ketua RW 03 Baloi Centre Purwanto, dan tokoh masyarakat Baloi Centre memberikan pemahaman terkait pendirian Koperasi Merah Putih di Fasum RW 03 Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, Senin (12/1/2025) malam. (F. Rud)

Purwanto juga meluruskan pernyataannya yang sempat menimbulkan keberatan warga terkait status Fasum RW 03. Pernyataannya yang mengudang kontroversi, sehingga mendapat respons dari salah seorang warga, Agus, yang meminta agar Fasum tidak disebut bermasalah.

”Pernyataaan Bapak seolah Pak RW orang luar. Apakah Pak RW warga Baloi Centre atau bukan. Kami hanya ingin ditegaskan, bahwa Fasum ini adalah ruang hidup warga. Kami menolak jika disebut bermasalah,” ujar Agus.

Menanggapi hal itu, Purwanto langsung meralat pernyataannya dan menegaskan tidak bermaksud merugikan warga.

Sekretaris Camat Lubukbaja, Much Bachri SAg MH, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, kehadirannya bertujuan mencari solusi terbaik, bukan memaksakan pembangunan.

”Saya datang dengan asumsi tidak ada persoalan. Setelah mendengar aspirasi warga, jelas bahwa ada keberatan. Ini akan kita carikan jalan keluarnya,” ujar Bachri.

Hal senada disampaikan Danramil 01 Lubukbaja, Kapten Inf Samjos Sirait. Ia menekankan, Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah yang perlu didukung bersama, namun tetap harus memperhatikan kondisi sosial masyarakat.

”Kami memahami ada miskomunikasi, karena kurangnya sosialisasi. Kami hadir bukan untuk memaksakan, tetapi untuk mencari lokasi terbaik, agar program ini tetap berjalan tanpa menimbulkan gejolak,” kata Kapten Sirait.

Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih telah disosialisasikan di tingkat kecamatan dan kelurahan, namun informasi tersebut kemungkinan belum tersampaikan secara utuh kepada warga.

Kapten Sirait menegaskan, apabila warga menolak pembangunan di atas Fasum RW 03, maka opsi pencarian lahan alternatif di wilayah Kelurahan Baloi Indah akan ditempuh.

”Kami serahkan kembali kepada lurah dan RW. Jika Fasum ini tidak disetujui, maka dicari lokasi lain,” tegasnya.

Warga RW 03 Baloi Centre Dukung Koperasi Merah Putih, Minta Bangunan Tidak Gunakan Fasum
Warga RW 03 Baloi Centre Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam menghadiri dialog pemahaman pendirian Koperasi Merah Putih di Fasum RW 03 Baloi Centre, Senin (12/1/2025). (F. Rud)

Dalam dialog tersebut, warga juga mempertanyakan luas lahan yang dibutuhkan. Danramil menjelaskan, standar dari pusat menyebutkan lahan untuk Koperasi Merah Putih sekitar 1.200 Meter persegi dengan ukuran bangunan 30 x 20 Meter.

Mendengar hal itu, warga kembali menegaskan penolakannya. Menurut mereka, luas tersebut akan menghilangkan fungsi utama Fasum sebagai ruang publik.

”Kami mendukung koperasi, tapi bukan dengan mengorbankan ruang bermain anak-anak dan tempat interaksi warga,” ujar salah satu warga.

Warga lainnya, Joko, menekankan pentingnya keberadaan Fasum, sebagai sarana tumbuh kembang anak dan pencegahan masalah sosial.

”Negara juga harus hadir menyehatkan generasi. Fasum ini penting, agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gadget dan terhindar dari pergaulan negatif,” ujarnya.

Juanda, warga RW 03 lainnya, menambahkan, Fasum tersebut telah lama dimanfaatkan warga dan bahkan pernah mendapat perhatian pemerintah melalui kegiatan dan pembangunan.

”Fasum ini sudah pernah disemenisasi melalui dana aspirasi Pak Nyanyang sewaktu beliau anggota DPRD Batam. Fasum ini pernah digunakan dalam berbagai kegiatan pemerintah kota. Artinya, keberadaan Fasum ini memang diakui dan dibutuhkan warga,” jelasnya.

Atas dasar itu, warga secara kolektif meminta, agar pemerintah mencari lokasi lain di Kelurahan Baloi Indah untuk pendirian Koperasi Merah Putih.

Kapten Sirait menegaskan, pendirian bangunan koperasi hanya dapat dilakukan di lahan pemerintah, BUMN, atau pihak ketiga yang disepakati. ”Jika warga menolak, kami akan laporkan dan meminta pencarian lokasi alternatif lain di Kelurahan Baloi Indah. Sebab, Koperasi Merah Putih didirikan di setiap kelurahan/ desa. Prinsipnya, program jalan, warga tetap nyaman,” pungkasnya. (asa)

BERITA TERKAIT:

”Pahlawan Pangan: Gerakan MBG dan Koperasi Merah Putih Bangkitkan Kekuatan Rakyat!”

Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Rakyat: PT Timah dan Pemkab Karimun Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih

Ayo Bergerak Bersama! Amsakar Ajak Warga Bangkitkan Ekonomi Lewat Koperasi