Tim Elang Bintan “Sambar” Pengedar Sabu di Warung Kopi

Kasat Resnarkoba Polres Bintan, Iptu Sofyan Rida SH HM mengekspos penangkapan pengedar sabu di warung kopi, Sabtu (2/12/2023). (F. now)

BINTAN (Kepri.co.id) – Tim Elang Polres Bintan “menyambar” pengedar sabu inisial DB (26) bertempat tinggal di Tanjungpinang. DB diamankan di warung kopi di Kampung Kolam Kelurahan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (24/12/2023).

“Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyampaikan, akan ada transaksi narkoba jenis sabu di sebuah kedai kopi di wilayah Kijang,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Bintan, Iptu Sofyan Rida SH MH, Sabtu (2/12/2023).

Berbekal informasi tersebut, imbuhnya, tim opsnal Polres Bintan melakukan penyelidikan dengan rapi. memastikan pelaku berdasarkan informasi yang didapat.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, tim Kami berhasil mengamankan seorang orang laki laki mengaku bernama DB di warung kopi, yang sepertinya sedang menunggu seseorang sebagai pembeli narkoba jenis sabu,” kata Iptu Sofyan.

Tak mau kehilangan buruan, ujarnya, Tim Elang Bintan langsung mengamankan tersangka DB di warung tersebut. Selanjutnya, dilakukan penggeledahan terhadap badan dan barang bawaan tersangka yang disaksikan pemilik warung kopi.

“Saat pengeledahan ditemukan barang bukti (BB), berupa enam paket kecil narkotika jenis sabu, yang dibungkus plastik bening. Di antaranya tiga paket kecil sabu ditemukan di bagian pinggang di bawah perut. Tiga paket kecil sabu lainnya, ditemukan dalam tas slempang kecil warna merah yang dipakai tersangka, beserta satu bundel pastik bening,” tambahnya.

Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledan terhadap tersangka, kata Kasat Narkoba, selanjutnya tim mengembangkannya menuju tempat tinggal tersangka dan dilakukan penggeledahan di rumahnya.

“Di rumah tersangka ditemukan barang bukti satu unit timbangan digital warna silver, yang ditemukan di atas lemari. Dengan demikian, kami mendapat petunjuk tersangka DB sebagai pengedar sabu, dan kasus ini masih kami kembangkan,” sambung Iptu Sofyan.

Terhadap tersangka dijerat pasal 114 ayat (1), dan atau di pasal 112 ayat (1), Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

“Saat ini tersangka masih menjalani penyidikan di Polres Bintan,” pungkasnya. (now)