Warga Teluk Mata Ikan Keluhkan Pencemaran Lumpur ke Laut

Pemotongan bukti tak jauh dari Teluk Mata Ikan, diduga kalau hujan membawa lumpur yang mencemari laut sekitar. (F. now)

BATAM (Kepri.co.id) – Masyarakat nelayan sekitar Teluk Mata Ikan, Batubesar, Kecamatan Nongsa, mengeluhkan air laut keruh diduga berasal dari aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) salah satu proyek tak jauh dari lokasi Teluk Mata Ikan.

Keruhnya laut sekitar, terutama dirasakan warga pada saat hujan turun yang membawa lumpur yang diduga dari proyek pemotongan bukit tersebut.

Baca Juga: Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Kampung Melayu, Masyarakat Minta Pelakunya Ditangkap

“Ini sudah lama dikeluhkan warga, tapi belum ada respons pemerintah. Kalau hujan lebat, lumpur cokelat hanyut terbawa sungai kecil (selokan) dari lokasi cut and fill ke laut,” kata Andi Mazan seorang warga setempat kepada awak media, pekan lalu.

Diakui Andi, dirinya bersama perangkat desa dan anggota DPRD Provinsi Kepri mengunjungi lokasi yang ditengari sebagai biang keruhnya laut. Terlihat bahwa sungai kecil yang berasal dari pemotongan bukit tersebut, mengalir menuju laut. Beberapa area juga sudah dilengkapi dengan bendungan yang dibangun.

“Kolam itu dibangun agar menghambat lumpur agar tidak turun ke laut, tetapi tetap juga lumpurnya mengalir ke laut,” kata Saparudin, Ketua RW 07 Kelurahan Sambau, Saparudin, Senin (5/8/2024).

Keruhnya laut ini, imbuhnya, nelayan di pesisir Teluk Mata Ikan merasa dirugikan setelah akibat pencemaran laut dari lumpur lokasi proyek tersebut. Bahkan, penghasilan nelayan mengalami penurunan 35 persen.

“Pendapatan nelayan menurun 30-35 persen,” kata Andi Mazan yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Mata Ikan.

Tidak hanya para nelayan, pelaku pariwisata di sekitar lokasi juga merasakan dampak negatif. Wisatawan jadi enggan mengunjungi pantai yang sudah tercemar lumpur.

“Bagaimanapun caranya, kami serahkan ke perusahaan karena perusahaan punya sumber daya manusia (SDM) yang hebat untuk itu,” ujar Andi. (now)