Mahasiswi Indonesia Bertekad Manfaatkan Alat Musik untuk Jembatani Persahabatan RI-China

Mahasiswi Indonesia Bertekad Manfaatkan Alat Musik untuk Jembatani Persahabatan RI-China
Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2025 ini, menunjukkan Shinta Devi Suryani, seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di China, menjajal Guqin, alat musik tradisional China, di Provinsi Shanxi, China utara. (F. Xinhua)

TAIYUAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Bagi Shinta Devi Suryani, mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh studi di Taiyuan, China utara, mendengar musik tradisional China selama jam kuliah awalnya merupakan sebuah kebetulan.

Namun, Shinta justru jatuh cinta terhadap musik tersebut dan belum lama ini mengunjungi sebuah klub musik China di Taiyuan serta tertarik pada Guqin, alat musik tradisional negara itu.

Guqin diyakini sebagai salah satu alat musik dawai tertua di dunia dengan sejarah sekitar 4.000 tahun. Dengan cakupan nada yang luas dan timbre yang unik dan dalam, lantunan suara Guqin dijuluki sebagai “suara langit dan bumi” atau “suara purbakala” di China.

Saat menyambut kedatangan Shinta, Zhang Hao, kepala klub itu, memperkenalkan cara bermain dan sejarah Guqin serta beberapa lagu lawas yang terkenal di China, di mana Guqin menjadi alat musik utama dalam komposisi iramanya.

“Salah satu keunikan Guqin terletak pada notasi musiknya, yang hanya menandakan pengaturan jari dan irama fundamental serta tidak terlalu memperlihatkan arahan secara mendetail. Sehingga, memberikan ruang kreasi yang lebih besar bagi pemainnya,” kata Zhang sambil memainkan dua lagu yang memperoleh pujian dari Shinta.

Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2025 ini, menunjukkan Shinta Devi Suryani (kiri), seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di China, menjajal Guqin, alat musik tradisional China, di Provinsi Shanxi, China utara. (F. Xinhua)

Zhang menuturkan, dia memiliki sejumlah murid yang berasal dari Singapura dan Malaysia dan berencana melakukan pertunjukkan di Indonesia pada tahun 2025 ini.

Tidak hanya alat musik China yang gencar merambah Indonesia, alat musik tradisional Indonesia kini juga mulai terkenal di China, salah satunya adalah Gamelan.

Randy Geovani Putra telah menjadi pengajar Gamelan di sebuah perguruan tinggi seni di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, selama hampir tujuh tahun. Lebih dari 300 mahasiswa China mempelajari alat musik Indonesia itu melalui Randy.

“Saya sangat menyukai musik, karena musik adalah bahasa universal di dunia sehingga mendekatkan warga dari negara dan etnis yang berbeda,” ujar Randy, yang berupaya memadukan gamelan dengan sejumlah alat musik tradisional China seperti Erhu, Pipa, dan seruling China. Salah satu karya ciptaannya terinspirasi dari lagu Sekar Manis, yang dimainkan menggunakan gamelan dan berbagai alat musik China. Atas karyanya tersebut, Randy berhasil mendapatkan pujian dalam Pekan Musik China-ASEAN pada 2021.

Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2025 ini, menunjukkan Shinta Devi Suryani (belakang), seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di China, diajari bermain Guqin, alat musik tradisional China, di Provinsi Shanxi, China utara. (F. Xinhua)

Senada dengan Randy, Shinta menganggap musik sebagai jembatan antarmasyarakat China dan Indonesia, dan berharap nantinya Guqin dapat dimainkan bersama dengan alat musik Indonesia.

“Saya berharap pada Guqin dan ingin mempelajarinya, supaya suatu hari nanti, saya dapat membawa alat musik yang memesona ini ke Tanah Air,” tutur Shinta, seraya mengungkapkan harapannya, agar pertukaran budaya kedua negara terus berkembang. (hen-xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT: 

Mahasiswa Indonesia Bertekad Dorong Interaksi Wayang Kulit, Jembatani Budaya Indonesia dan China

Sarang Burung Walet jadi “Jembatan” Antara Indonesia dan China

Desa Bali di Hainan jadi Jembatan Persahabatan China-Indonesia

Dari China ke Indonesia, Shuyi Grass Jelly Hadirkan Cita Rasa Minuman Unik

Diplomat dan Pakar Indonesia Puji Kerja Sama China-Indonesia yang Saling Menguntungkan

Anak-Anak Indonesia Suguhkan Kebudayaan Tanah Air dengan Pertunjukan Memukau di Tianjin

KBRI di Beijing Gelar Indonesian Fair Promosikan Produk dan Kebudayaan Indonesia

Cirebon dan Semarang Gabung CAMSR, Bukti Makin Kuat Kerja Sama Indonesia-China dalam Pelestarian Warisan Budaya

Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di China, Promosikan Pertukaran Budaya Kedua Negara di Media Sosial

Bakcang, Kisah tentang Tradisi dan Akulturasi Budaya Tionghoa di Indonesia

Menilik Keharmonisan Etnis dan Budaya antara Tionghoa dan Dayak di Kalimantan

Forum Komunikasi Institut Konfusius Indonesia Diluncurkan untuk Dorong Pendidikan Bahasa Mandarin

Puluhan Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di China Ikuti Lomba Pidato, Soroti Pertukaran China-Indonesia