RAMALLAH (Kepri.co.id – Xinhua) – Empat warga Palestina tewas pada Sabtu (1/2/2025), dalam dua serangan udara terpisah Israel ke Kota Jenin di Tepi Barat utara, menurut sumber-sumber Palestina.
Sumber-sumber dan saksi mata setempat melaporkan, sebuah drone Israel menargetkan kendaraan di pusat kota Qabatiya di Jenin selatan.
Baca Juga: Kelegaan yang Rapuh Selimuti Warga Palestina Usai Tercapai Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi, dua pemuda Palestina tewas dalam serangan terhadap kendaraan tersebut.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Ramallah, Palestina. (XHTV)
Sebagai tanggapan, militer Israel mengatakan, salah satu drone angkatan udaranya, yang diarahkan oleh dinas keamanan Shin Bet, menargetkan sebuah kendaraan yang membawa “teroris” di Qabatiya, sebagai bagian dari operasi di Tepi Barat bagian utara.
Baca Juga: Gencatan Senjata Bawa Harapan bagi Warga Gaza untuk Bangun Kembali Kehidupan Pascaperang
Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent Society) mengatakan, timnya telah membawa jenazah dua korban dan satu orang yang terluka dari kawasan timur Jenin ke rumah sakit, menyusul pengeboman di daerah tersebut.
Sumber-sumber keamanan Palestina melaporkan, serangan udara Israel secara bersamaan juga menargetkan sebuah sepeda motor, yang mengakibatkan kematian dua pemuda lainnya.
Baca Juga; Biden Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hizbullah “Dirancang Menjadi” Permanen
Militer Israel tidak memberikan komentar langsung terkait pengeboman tersebut, yang merupakan serangan ketiga ke kota itu dalam beberapa jam.
Perkembangan ini terjadi, seiring berlanjutnya operasi militer Israel di Jenin dan kamp pengungsian di kota itu untuk hari ke-12 berturut-turut, yang disertai ledakan dan penghancuran rumah-rumah penduduk di kamp tersebut.
Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata selama enam pekan, yang mulai berlaku pada 19 Januari 2025. Namun, eskalasi kekerasan masih terjadi di Tepi Barat, dengan penyerbuan di Jenin dan serangkaian serangan oleh pemukim Israel terhadap desa-desa Palestina.
Sejak 7 Oktober 2023, Tepi Barat telah mengalami eskalasi ketegangan yang mengakibatkan lebih dari 800 warga Palestina tewas, akibat tembakan senjata api dan serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. (amr/ xinhua-news.com)







