NEW YORK CITY (Kepri.co.id – Xinhua) – Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), Delta Air Lines dan United Airlines, pada Rabu (31/7/2024) malam waktu setempat, menangguhkan penerbangan mereka ke Kota Tel Aviv, Israel, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
United Airlines menangguhkan layanan hariannya menuju dan dari Tel Aviv, dimulai dengan penerbangan pada Rabu (31/7/2024 malam dari Bandar Udara Internasional Liberty Newark di New York ke Tel Aviv, kata maskapai itu, karena “alasan keamanan.”
Baca Juga: Negara-Negara Timur Tengah Kecam Pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas di Teheran
“Kami terus memantau situasi dengan saksama dan akan mengambil keputusan, melanjutkan layanan dengan berfokus pada keselamatan pelanggan dan kru kami,” ujar juru bicara maskapai tersebut dalam sebuah pengumuman.
Delta menangguhkan penerbangan antara New York dan Tel Aviv hingga Jumat (2/8/2024) “akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut,” papar maskapai penerbangan itu di situs webnya.
Delta juga telah mengeluarkan surat pengabaian aturan bagi para pelanggan, yang memesan tiket menuju atau dari Tel Aviv sebelum 14 Agustus 2024, yang memungkinkan mereka mengubah rencana penerbangan tanpa membayar selisih harga.
Baca Juga: Sekjen Liga Arab Peringatkan Eskalasi Konflik Regional Israel “Berbahaya”
Maskapai tersebut mengatakan, pihaknya “terus memantau kondisi keamanan yang terus berubah dan menilai operasional kami berdasarkan panduan keamanan dan laporan intelijen.”
Pada Rabu (31/7/2024), Departemen Luar Negeri AS memperbarui peringatan perjalanan untuk kawasan Timur Tengah, memperingatkan warga AS tidak bepergian ke Israel utara dan Tepi Barat, akibat peningkatan ketegangan antara Hizbullah dan Israel, serta konflik-konflik bersenjata. (amr/ xinhua-news.com)







