Menparekraf dan Kepala BP Batam, Kunjungi Desa Wisata Mangrove di Nongsa

BATAM (Kepri.co.id) – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Nongsa, Selasa (31/5/2022).

Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, berhasil meraih posisi 50 besar desa wisata terbaik se-Indonesia pada gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, dengan mengusung tema “Indonesia Bangkit”.

Anugerah tersebut diberikan setelah melalui rangkaian penilaian, oleh dewan juri yang berlangsung 19 Februari hingga 31 Maret 2022 silam.

Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno, (kanan) didampingi Kepala BP Batam, Kuhammad Rudi saat meninjau Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Nongsa, Selasa (31/5/2022).

Terdapat tujuh aspek penilaian yang harus dicapai pengelola Desa Wisata, antara lain:

  1. Daya tarik pengunjung
  2. Homestay
  3. Toilet umum
  4. Suvenir
  5. Digital dan kreatif
  6. Cleanliness, health, safety and environmental sustainability (CHSE)
  7. Kelembagaan

Terletak di Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Desa Wisata ini menyimpan pesona berupa kawasan mangrove atau konservasi bakau yang disulap menjadi destinasi wisata rekreasi dan edukasi.

Baca Juga: Diperkirakan Mei 2022 Siap, Kepala BP Batam Tinjau Pembangunan Masjid Tanjak

Kawasan mangrove yang diberi nama “Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu menjadi andalan sebagai ikon wisata di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, dimana terdapat bakau-bakau berusia puluhan hingga ratusan tahun yang dilestarikan.

Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan tiga hal penting yang dimiliki Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, yaitu sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan konservasi.

Baca Juga: Wisata Ex Camp Vietnam Galang, Diajukan Sebagai Memori Kolektif Bangsa

“Dari 100 orang pekerja yang mengelola Desa Wisata ini membuktikan bahwa sektor pariwisata melahirkan lapangan kerja,” ujar Sandiaga Uno.

Lokasi Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta tidak jauh dari Pelabuhan Nongsa Pura, menjadi nilai tambah tersendiri bagi destinasi wisata kebanggaan masyarakat Batam.

“Saya sudah koordinasi dengan Konsulat Singapura terkait penawaran paket wisata edukasi dan konservasi mangrove di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip. Jadi, pelajar Singapura yang sedang berlibur bisa berwisata di sini,” kata Sandiaga Uno.

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga merupakan Walikota Batam.

Kepala BP Batam, Kuhammad Rudi (kanan ) dan Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno, (kanan) terlihat perbincangan santai.

Rudi mengatakan, pariwisata merupakan sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Penurunan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha pariwisata dan usaha mikro kecil dan nenengah (UMKM) di Batam.

Meski demikian, kondisi pandemi Covid-19 yang terus membaik, Rudi optimis pariwisata di Kota Batam kembali bergairah.

“Karena ini sudah masuk 50 besar, kita berharap menjadi pendorong pelestarian kawasan mangrove lainnya di Kota Batam,” ujar Rudi.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Rudi berencana memeriksa status lahan-lahan mangrove di Kota Batam, agar dapat dilestarikan dengan bantuan pengelola kawasan setempat.

“Desa Wisata ini kita kemas tidak hanya khusus rekreasi, namun juga sarana edukasi. Sehingga, bersama pemerintah Provinsi Kepri kami akan membangun fasilitas trotoar bagi para pejalan kaki,” kata Rudi.

Anugerah Desa Wisata, ini menjadi awal mula yang baik bagi pemulihan sektor pariwisata Kota Batam. Meski demikian, Rudi berharap pariwisata Kota Batam dapat bangkit secara menyeluruh, dan menjadi andalan pertumbuhan perekonomian daerah. (san)