BATAM (Kepri.co.id) – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti tasyakuran milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, yang digelar di Aula Engku Hamidah Lantai IV Kantor Walikota Batam, Jumat (1/8/2025).
Momen ini, menjadi titik refleksi atas perjalanan panjang MUI dalam mengayomi umat sekaligus mendampingi arah pembangunan Kota Batam.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Batam, H Muhammad Kamaluddin SPdI, Walikota Batam Dr Amsakar Achmad SSos MSi, Wakil Walikota Li Claudia Chandra, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama dan masyarakat.
Ketua MUI Kota Batam, KH Luqman Riva’i, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya pemerintah dan lembaga legislatif, yang telah bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan beradab. Ia berharap, sinergi ini terus terjaga dan diperkuat.
”Milad ini bukan sekadar selebrasi, tapi juga muhasabah dan komitmen bersama. Semoga, MUI tetap istiqamah menjadi perekat umat dan penjaga moral bangsa,” ujar KH Luqman.
Sementara itu, Ketua DPRD Batam, H Muhammad Kamaluddin SPdI, menyampaikan, apresiasi mendalam atas kiprah MUI Kota Batam yang dinilai telah memainkan peran strategis dalam membimbing umat, serta menjaga harmoni sosial di tengah geliat pembangunan kota yang terus berkembang.
”Kami mengucapkan selamat milad ke-50 kepada MUI Kota Batam. Perjalanan setengah abad ini, bukti peran ulama sebagai penuntun kehidupan beragama dan sosial. MUI telah menjadi mitra penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan moral,” tutur Kamaluddin.
Ia juga menambahkan, kolaborasi yang baik antara ulama, umara, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan yang merata dan berkeadaban. Dalam pandangan DPRD, MUI tidak hanya penting dalam ranah keagamaan, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan menyemai nilai-nilai kebangsaan.
”Kami berharap, MUI terus memperkuat peran kebangsaannya. Kami di DPRD akan selalu terbuka untuk bersinergi, karena Batam yang maju harus ditopang oleh masyarakat yang sejahtera dan religius,” lanjutnya.
Tasyakuran ini menjadi momen yang menyentuh, karena tidak hanya merayakan usia, tetapi juga mempertegas peran ulama sebagai cahaya yang menuntun di tengah arus zaman. Komitmen bersama untuk menjaga keberagaman, toleransi, dan kedamaian di Kota Batam, menjadi semangat utama yang kembali diteguhkan dalam milad ini. (amr)
BERITA TERKAIT:
Ketua DPRD Batam Titip Harapan kepada Kajari Baru: Lanjutkan Sinergi untuk Kota yang Lebih Maju
DPRD Batam Terima KUA-PPAS 2026, Siap Kawal Anggaran Demi Kepentingan Rakyat
Harmoni Pemimpin Batam, Ketua DPRD Hadiri Penebalan Gelar Datuk Setia Amanah kepada Walikota







