TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei, pada Selasa (30/6/2026) mengatakan, sejumlah besar pejabat dari negara-negara kawasan maupun luar Kawasan, telah menyatakan kesediaan untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Berbicara dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Baghaei menyebut, upacara tersebut sebagai “peristiwa paling penting” dalam beberapa hari mendatang, baik bagi Iran, kawasan Asia Barat, maupun cakupan lebih luas.
Dia mengatakan, seluruh negara tetangga akan mengirimkan perwakilan, seraya menambahkan bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi ke Irak baru-baru ini, juga sebagian bertujuan untuk mengoordinasikan rangkaian upacara yang akan digelar di Irak.
Ali Akbar Pourjamshidian, Wakil Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus kepala markas penyelenggara pemakaman, mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa (30/6/2026), bahwa lebih dari 30 negara dan tokoh-tokoh agama dari 90 lebih negara telah menyatakan kesiapan menghadiri upacara pemakaman tersebut.
Pourjamshidian mengatakan, sebuah upacara akan digelar di Teheran pada Jumat (3/7/2026), yang akan dihadiri para pemimpin, pejabat, dan tokoh agama dari berbagai negara untuk memberikan penghormatan kepada mendiang pemimpin tersebut.
Dia mengatakan, upacara perpisahan di Teheran akan dimulai di aula salat Mosalla Imam Khomeini pada Sabtu (4/7/2026) pagi waktu setempat, dan berlanjut hingga Minggu (5/7/2026). Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7/2026), dan diperkirakan akan dihadiri oleh massa dalam jumlah besar dari Iran maupun negara-negara lain di kawasan.
Pada 7 Juli 2026, sebuah upacara akan digelar di Kota Qom, Iran tengah, dan pada 8 Juli 2026, jenazah pemimpin tersebut akan dipindahkan ke Irak untuk upacara lebih lanjut. Dia akan dimakamkan di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada 9 Juli 2026, menurut Pourjamshidian.
Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026. Putranya, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru oleh Majelis Ahli Iran pada Maret 2026 lalu. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Media Pemerintah Iran: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Khamenei Serukan Persatuan dan Kecam AS Dalam Pidato Kenegaraannya
Khamenei Sebut Iran Tak Akan Menyerah, Peringatkan AS Soal “Kerusakan yang Tidak Dapat Diperbaiki”
Menlu Iran Sebut Iran Punya “Hak Penuh” Membela Diri, Bertekad akan Terus Berjuang
Rusia Kutuk Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Serukan Deeskalasi
Presiden Iran Bersumpah akan Beri Respons “Kuat” terhadap Serangan Israel







