JAKARTA (Kepri.co.id) – Tantangan hidup dan bekerja di wilayah kepulauan menjadi alasan kuat perjuangan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino Faisal SDs, bersama Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rocky H Sinaga, bertemu Dede Yusuf Macan Effendi selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI, untuk mendorong kebijakan afirmasi bagi para pelayan publik yang bertugas di daerah terpencil dan terluar.
Perjuangan tersebut, diarahkan untuk memperjuangkan pemerataan tunjangan khusus bagi guru serta insentif bagi tenaga kesehatan di wilayah kepulauan. Aspirasi itu dibawa dalam pertemuan di Gedung Nusantara I, Kantor DPR RI, Jakarta Pusat. Demikian disampaikan Hino Faisal kepada Kepri.co.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (3/9/2026).
Hino Faisal mengatakan perhatian terhadap persoalan guru di daerah terpencil berangkat dari kegiatan pengumpulan data dan peninjauan kondisi pendidikan. Dari proses tersebut, ia menemukan masih ada guru yang bertugas di wilayah terpencil tetapi belum memperoleh tunjangan khusus secara merata.
Menurutnya, perjuangan ini bukan sekadar membicarakan kondisi sekolah. Data para guru juga menjadi bagian penting agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kebutuhan tenaga pendidik yang bekerja jauh dari pusat pelayanan.
“Kedatangan kami bertujuan, mendorong agar tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dapat diberikan secara lebih merata. Kami berharap, seluruh guru yang bertugas di wilayah terpencil bisa mendapatkannya,” kata Hino.
Ia menjelaskan, pihaknya telah meminta data kepada tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan. Dari informasi yang diperoleh, usulan terkait tunjangan guru disebut telah disampaikan sejak Februari 2026.
Namun, hingga wawancara dilakukan, usulan tersebut menurut Hino belum mendapatkan balasan dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah). Karena itu, aspirasi tersebut kembali didorong melalui jalur komunikasi dengan DPR RI.
Kesejahteraan Nakes jadi Perhatian Daerah Kepulauan
Selain guru, Hino juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan yang bekerja di berbagai pulau di Anambas. Ia menilai, kondisi geografis daerah kepulauan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan wilayah daratan.
Perubahan cuaca yang cepat, gelombang tinggi, dan angin kencang menjadi bagian dari kondisi yang harus dihadapi ketika pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat antarpulau. Situasi tersebut membuat tenaga kesehatan memiliki beban dan tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas.
Hino menyoroti ketentuan insentif khusus dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2025. Menurutnya, insentif tersebut lebih banyak menyasar kelompok dokter spesialis dan belum mencakup seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.
Karena itu, ia mendorong agar tenaga kesehatan lain, termasuk perawat dan bidan, juga mendapatkan perhatian melalui kebijakan afirmasi khusus bagi daerah kepulauan seperti Anambas.
“Anambas merupakan daerah kepulauan dengan rentang kendali yang luas, kondisi cuaca yang sering berubah, serta tantangan geografis yang cukup ekstrem. Karena itu, kesejahteraan tenaga kesehatan lainnya juga perlu mendapat perhatian, tidak hanya dokter spesialis,” ujarnya.
Bagi Hino, peningkatan kesejahteraan bukan hanya berkaitan dengan penghargaan atas pengabdian. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menjaga guru, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tetap bertahan menjalankan tugas di wilayah terluar.
Harapan agar Aspirasi Anambas Ditindaklanjuti
Wilayah Kepulauan Anambas memiliki karakter geografis, yang membuat akses pelayanan publik membutuhkan perhatian khusus. Jarak antarpulau dan kondisi cuaca sering menjadi tantangan bagi masyarakatm maupun aparatur yang menjalankan tugas pelayanan.
Melalui pertemuan bersama Rocky H Sinaga dan Dede Yusuf Macan Effendi selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Hino berharap, aspirasi dari daerah kepulauan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut di tingkat pusat.
Ia menilai, kebijakan afirmasi menjadi salah satu langkah yang penting untuk memastikan kesejahteraan para pelayan publik di wilayah kepulauan dapat lebih terakomodasi. Dengan dukungan tersebut, pelayanan pendidikan dan kesehatan di pulau-pulau terpencil diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.
“Kami berharap, pertemuan ini dapat membawa hasil dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, khususnya mengenai aspirasi kebijakan afirmasi pelayanan publik di daerah kepulauan. Dengan begitu, kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan dapat lebih terakomodasi,” kata Hino.
Perjuangan tersebut, kini membawa suara dari pulau-pulau terpencil Anambas ke tingkat pusat. Bagi guru dan tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pengabdian di tengah keterbatasan geografis, kebijakan afirmasi diharapkan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap tugas yang mereka emban. (LS)
BERITA TERKAIT:
Hino Faisal Sampaikan Pesan Kemerdekaan pada HUT ke-81 RI di Anambas
Hino Faisal Ajak Pramuka Anambas Perkuat Karakter Generasi Muda







