PRIME NATUNA EP Perkuat Eksplorasi Blok A Natuna, Siapkan Tiga Sumur Baru dengan Komitmen Operasi Berkelanjutan

F. Latif Sabrian

ANAMBAS (Kepri.co.id) – PRIME NATUNA EP menegaskan komitmennya, memperkuat eksplorasi minyak dan gas (migas) di Wilayah Kerja Natuna Sea Block A, melalui kegiatan sosialisasi transisi pengelolaan dan rencana pengeboran eksplorasi yang digelar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (7/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan memaparkan target pengeboran tiga sumur eksplorasi, komitmen penerapan standar HSE (Health, Safety, and Environment), serta penguatan sinergi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, dan masyarakat guna mendukung operasi migas yang aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi daerah.

PRIME NATUNA EP Lanjutkan Pengelolaan Blok A Natuna

Community Investment Manager PRIME NATUNA EP, Andri Kristianto, menjelaskan, pergantian operator dari Harbour Energy menjadi PRIME NATUNA EP, tidak mengubah komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, komunikasi dengan masyarakat, maupun program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, perusahaan nasional tersebut tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan ingin membangun hubungan yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kepemilikan boleh berubah, tetapi komitmen kami terhadap keselamatan, komunikasi dengan masyarakat, dan pemberdayaan harus semakin meningkat,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi bukan sekadar memperkenalkan perusahaan, melainkan menjadi ruang dialog menyampaikan rencana kerja, jadwal kegiatan, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, agar seluruh tahapan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi daerah.

Andri mengungkapkan, sekitar 40 persen dari total 274 pekerja di wilayah operasi berasal dari Kabupaten Kepulauan Anambas, dan sebagian telah menjadi pekerja tetap.

Menurutnya, perusahaan akan terus membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, sesuai kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan.

Selain itu, PRIME NATUNA EP memastikan program Community Investment dan CSR tetap berlanjut. Usulan masyarakat akan menjadi bahan penyusunan rencana kerja dan anggaran bersama SKK Migas, yang mulai dibahas pada siklus anggaran bulan Agustus 2026.

Pengeboran Eksplorasi Tiga Sumur Baru

Drilling Engineer PRIME NATUNA EP, Yasir Fadhilah Yusicha, menjelaskan, pengeboran yang akan dilakukan merupakan pengeboran eksplorasi untuk mencari cadangan minyak dan gas baru di dalam Natuna Sea Block A.

Tiga sumur yang menjadi target adalah Laba-laba 1, Bekantan 1, dan Tenggiling South 1. Ketiga lokasi tersebut, sebelumnya belum pernah dibor. Sehingga, diharapkan mampu menemukan cadangan baru yang dapat memperkuat produksi migas di wilayah tersebut.

“Kami berharap, ketiga sumur ini dapat menemukan minyak atau gas. Sehingga, dapat dikembangkan pada tahap berikutnya dan memberikan manfaat bagi produksi perusahaan maupun daerah,” katanya.

Pengeboran direncanakan dimulai pada akhir Juli 2026 hingga awal Agustus 2026, menggunakan rig Ades Edmraine 502 yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

Sumur Laba-laba diperkirakan selesai dalam satu bulan, disusul Bekantan sekitar satu bulan, sedangkan Tenggiling South membutuhkan waktu sekitar dua bulan, karena memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi.

Seluruh logistik, pergantian personel, dan distribusi material tetap memanfaatkan Matak Base. Sehingga, aktivitas operasi diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi wilayah Anambas.

Komitmen HSE Tetap Menjadi Prioritas

Manager Safety, Health and Environment PRIME NATUNA EP, Dr Riris, menegaskan, perubahan operator tidak mengubah standar keselamatan, kesehatan kerja, maupun perlindungan lingkungan yang selama ini diterapkan perusahaan.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan telah memiliki dokumen persetujuan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan perusahaan terus memperbarui pelaksanaan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kepemilikan boleh berubah, tetapi standar kami tidak turun. Kami tetap berkomitmen terhadap keselamatan, kesehatan, dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Menurut Dr Riris, pengeboran akan menggunakan lumpur berbahan dasar air yang lebih ramah lingkungan. Material tersebut selalu diuji, agar memenuhi baku mutu sebelum digunakan maupun sebelum dilepas sesuai prosedur.

Selain itu, perusahaan telah menyiapkan prosedur tanggap darurat apabila terjadi insiden, termasuk latihan penanggulangan tumpahan minyak bersama instansi terkait, sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasi.

Melalui dukungan SKK Migas, pemerintah daerah, aparat keamanan, nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan, PRIME NATUNA EP berharap, kegiatan eksplorasi berjalan aman, mencapai target produksi baru, menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mempertahankan target zero accident selama seluruh rangkaian operasi di Blok A Natuna. (Ls)

BERITA TERKAIT:

Bupati Aneng Dampingi Kepala BPS Kepri, Kunker Data Statisktik Produksi Migas ke Kantor Medco Matak Base

Bupati Aneng Minta PRIME NATUNA EP Dukung Infrastruktur dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal