Penulis: Suqyan Rahmat alias Abang Mat
Peminat Sejarah dan Penggiat Sosial
DULU di sini, 31 tahun yang lalu, pernah ada, satu keluarga yang diserbu satu negara. Sasaran utama dari penyerbuan itu adalah anak lelaki di keluarga itu, yang pemikirannya berbeda dari semua orang sebangsanya. Dia dikepung dari semua sudut. Masyarakat pendatang, “ustaz amplop”, aparat negara, sampai seluruh media negara itu bersatu membunuhnya secara membabi buta setiap hari. Yang disebabkan karena lelaki itu, menuntut keadilan.
Banyak orang memperkirakan dengan cara seperti itu, lelaki itu akan mati dengan sendirinya, baik mati nyawanya ataupun mati akalnya. Setidaknya, hidupnya tersiksa. Begitulah harapan-harapan pendatang dari Jawa yang sangat berharap itu terjadi. Begitu juga dengan semua Jawa yang ada di pulau asalnya.
Tapi, apa yang diperkirakan dan sangat diharapkan itu semuanya tak terjadi. Justru negara jahat yang berbelas tahun menyerbu lelaki itu, akhirnya diserbu semua negara NATO. Dan negara yang sangat tak bermanfaat dan telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan itu, lenyap dari peta dunia SELAMANYA. Seperti yang paling ditakutkan suku terbesar di negara jahat itu.
Sebelum negara jahat itu tamat, seluruh aparat dan masyarakat memang sudah sangat lama menzalimi lelaki itu secara biadap. Lelaki itu dizalimi karena pemikiran-pemikirannya yang sangat khas, sehingga dia sangat ditakuti pemerintah negaranya dan semua pendatang di provinsinya.
Selain itu, pejabat negara juga takut dengan cerita runtuhnya negara setelah lebih dari 70 tahun. Penzaliman yang memang bertujuan menyiksa sekaligus membunuh lelaki itu, membuat Allah SWT murka. Negara jahat itu akhirnya benar-benar runtuh selamanya. Runtuh tak berbekas, termasuk Borobudur dan Prambanannya yang dirudal dari seberang lautan.
Sesuatu yang sangat tak diinginkan suku terbesar di negara jahat itu, suku-suku pendatang di provinsi lelaki itu, dan semua aparat di negara itu. Takut menjadi kenyataan.
Pada awalnya polisi dan tentara negara itu sudah membuat ribuan rencana dan muslihat yang sangat rahasia selama bertahun-tahun untuk menzalimi lelaki itu, di waktu yang memang sudah mereka tentukan. Polisi dan tentara serta masyarakat pendatang juga sudah membuat ribuan alas an, untuk membenarkan semua kejahatan mereka.
Penzaliman yang dibuat seolah-seolah sambil bermain itu, ternyata berakibat sangat fatal pada negara jahat itu. Sesuatu yang terjadi di luar perkiraan mereka semua, meskipun sejak awal polisi dan tentara selalu merasa yakin bisa menyelesaikan setiap ketakutan yang datang dari tulisan-tulisan lelaki itu.
31 tahun yang lalu. Negara jahat itu terbelah menjadi 32 negara. Salah satunya adalah negara ini, RIAU. Disebabkan keruntuhan negara jahat itulah, 32 negara hasil pecahan negara itu mempunyai takdirnya sendiri-sendiri. Menjadi seperti Eropa.
Apa yang dibilang lelaki itu dulu di tulisan-tulisannya menjadi kenyataan. Yaitu, hanya dengan menjadi negara sendiri lah setiap suku bisa mencapai kejayaannya. Karena yang selalu memerintah negara itu terbukti memang tak mampu membawa kejayaan dan keadilan kepada negara itu. Dan memang, tak seharusnya semua wilayah di negara itu menjadi satu negara.
Sumber masalah paling banyak di negara itu juga berasal dari politisi-politisi yang berasal dari pulau pusat pemerintahan negara itu. Pemerintah pusatnya yang berhutang ke negara lain demi membangun prasarana di ibukota negaranya, tapi seluruh rakyat di provinsi lain diwajibkan ikut membayar semua hutang negara. Lewat semua hasil di provinsi mereka. Terutama provinsi-provinsi kaya.
Padahal, tak semua dan tak lebih dari 50% rakyat menikmati semua prasarana yang dibangun di ibukota negara itu, kecuali sedikit orang. Dan disaat-saat tertentu saja.
Keruntuhan negara itu disebabkan penzaliman yang dilakukan negara itu terhadap lelaki itu. Lelaki yang sudah lama dijebak dan dizalimi oleh banyak pihak di negara itu.
Jadi, sebelum negara itu runtuh, saat sedang dizalimi, lelaki itu bukannya malah memohon pertolongan, tapi, lelaki itu justru mengajukan tuntutan kepada pemerintahnya demi mendapatkan haknya. Qisas. Kepala ganti kepala, nyawa bayar nyawa. Dengan dasar surat Al Isra ayat 33.
Lelaki itu mempunyai landasan hukum yang lengkap dalam semua tuntutannya. Dan yang tak disangka musuhnya adalah awalnya dia hanya berhak menuntut provinsinya saja, tapi ternyata haknya lebih daripada itu. Lelaki itu justru menjadi berhak memiliki semua provinsi di negara itu. Karena sejak awal, negara itu memberlakukan hukum Islam padanya. Bukan cuma hukum rimba.
Setelah secara hukum lelaki itu memiliki semua pulau di negara itu, lelaki itu memberi mandat kepada negara NATO, untuk mengusahakan mendirikan semua negara baru yang sudah dia bagi kepada semua masyarakat asli negara itu, di wilayah masing-masing.
Tapi, karena negara jahat itu tak mau memenuhi tanggung jawabnya melaksanakan semua hak lelaki itu, maka setelah sekian waktu, semua negara penerima mandat yang rutin memperhatikan negara itu sejak lama, akhirnya benar-benar datang ke negara jahat itu. Dan tanpa banyak basa-basi langsung MENGHANCURLEBURKAN semua pejabat dan tentara negara itu, hanya dalam waktu tiga hari. Karena tentara negara itu, tak didukung semua persiapan perang. Minyak tak cukup.
Semua markas tentara negara itu, dari Aceh sampai Papua lenyap setelah dijatuhi rudal tentara sekutu lelaki itu. Semua negara penerima mandat sejak awal sudah bersikap baik pada negara yang lemah itu, dengan menyediakan kesempatan besar untuk menyelesaikan permasalahan itu sesuai dengan tuntutan lelaki itu. Hak-haknya.
Tapi, karena negara lelaki itu celat dan lebih menginginkan hukum rimba, maka akhirnya hukum rimbalah yang benar-benar didapatkan negara itu. Setelah tentara negara itu dikalahkan, semua negara penerima mandat langsung mengusahakan mewujudkan mandat yang telah mereka dapatkan bertahun-tahun yang lalu. Dari lelaki itu.
Semua pendatang dan aparat di negara itu ketakutan, terutama semua aparat yang berada di provinsi lelaki itu. Kaum musyrik yang merasa beriman kepada Allah SWT. Dan semua pejabat negaranya, mati dihukum digantung.
“Maka mereka ditimpa azab akibat perbuatan mereka dan mereka diliputi azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan,” kata Tuhannya lelaki itu.
Yang menariknya lagi adalah lelaki yang dizalimi itu tak pernah sekalipun menyerah. Walaupun anggota badannya sudah banyak yang dibuat tak sesehat dulu dan citranya juga sudah dihancurkan dengan ribuan strategi, tapi tetap tak mengendurkan semangat lelaki itu, untuk menuntut semua haknya atas provinsi itu.
Semua itu karena kuasa Allah SWT. Kalau dulu waktu lelaki itu masih muda hanya ada 1 Brunei di pulau Borneo, maka sekarang setelah 31 tahun negara jahat itu PECAH, ada 3 Brunei di Borneo. Yaitu Brunei, Dayak, dan Banjar. Itulah hasil dari keruntuhan negara yang sangat jahat itu, kemakmuran di semua bekas wilayah negaranya.
Dan Riau setelah hampir 31 tahun merdeka, telah berubah menjadi Swedianya Asia Tenggara. Khususnya dalam hal mutu hidup. Hanya di pulau asal muasalnya si lurah itulah yang keadaannya tetap tak banyak berubah, dengan keadaan tiga puluh tahun yang lalu, sejak semua negara merdeka.
Bekas ibukota negara itu yang dulu seringkali menjadi kebanggaan semua pejabat di negara itu, sekarang hanyalah sebuah kota yang TAK BERDAYA melawan kehebatan ibukota negara-negara di bekas semua wilayah jajahannya, yang ada di luar pulau itu. Terutama, ibukota Riau. Yang mencengangkan banyak masyarakat dunia.
…
Demikianlah cerita tentang masa lalu wilayah ini, Riau yang sebenarnya. Negeri hebat yang pernah ada di tangan pihak yang salah, jahat, dan tak berhak.
“Karena kesombongan mereka di bumi dan karena rencana mereka yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang-orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanya menunggu berlakunya ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak pula akan menemui penyimpangan bagi ketentuan allah itu.” QS. Fathir 43. ***
…
Penulis adalah lelaki itu.
*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.







