Festival Layang-layang Internasional Digelar di “Ibu Kota Layangan” China

Festival Layang-layang Internasional Digelar di "Ibu Kota Layangan" China
Seorang peserta festival layang-layang iInternasional Weifang ke-42, mengendalikan layang-layangnya, Minggu (20/4/2025). (F. Xinhua)

WEIFANG (Kepri.co.id – Xinhua) – Festival layang-layang internasional Weifang ke-42 berakhir pada Minggu (20/4/2025) di Weifang, Provinsi Shandong, China timur.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Weifang, China. (XHTV)

Acara tersebut diikuti 257 tim dari 51 negara dan kawasan, untuk memamerkan kreativitas dan inovasi melalui layang-layang.

“Nama saya Leila Iruzun dan saya mewakili Argentina. Ini kali kedua saya mengunjungi Weifang. Tahun lalu saya datang, dan semoga saya bisa datang lagi tahun depan,” ujar Leila Iruzun, pemain layang-layang profesional dari Argentina.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Ini festival layang-layang pertama saya, dan saya terpesona melihat semua warna yang indah ini, (serta) semua orang yang gembira. Hari ini, saya tidak dapat membayangkan ada tempat yang lebih baik selain di sini,” ujar Saleem, pengunjung dari Australia.

Dikenal sebagai “ibu kota layangan”, Weifang memiliki sejarah panjang dalam pembuatan layang-layang.

Weifang menjadi rumah bagi lebih dari 600 produsen layang-layang, dengan nilai output tahunan menembus angka 2 miliar Yuan (1 Yyuan = Rp2.305). Produk-produk mereka dijual ke lebih dari 50 negara dan kawasan. (amr/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Taikonaut Gelar “Olimpiade” Tiruan di Stasiun Luar Angkasa China

“Taksi Udara” Asal China Selesaikan Penerbangan Debut Berpenumpang di Indonesia

BUMN China Utarakan Natuna Jalur Perdagangan Internasional

Sederet Rekor Penting Spacewalk Stasiun Luar Angkasa China