Xi Jinping Menginspirasi Kaum Muda jadi “Pelopor” dalam Promosikan Persahabatan China-Vietnam

Xi Jinping Menginspirasi Kaum Muda jadi "Pelopor" dalam Promosikan Persahabatan China-Vietnam
Xi Jinping dan Nguyen Phu Trong beserta pasangan mereka berpose untuk foto bersama dengan para perwakilan pemuda China dan Vietnam, serta sosok-sosok yang berkontribusi bagi persahabatan China-Vietnam di Hanoi, Vietnam, pada 13 Desember 2023. (F. Xinhua/Yin Bogu)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Dalam lawatan kenegaraan Presiden China, Xi Jinping ke Vietnam pada 2023, pemimpin Vietnam saat itu, Nguyen Phu Trong, menggelar pertemuan khusus di Hanoi untuk pemimpin China tersebut. Acara itu mempertemukan perwakilan muda China dan Vietnam, serta sosok-sosok yang telah berkontribusi dalam membangun persahabatan antara kedua negara itu.

Xi mengajak para hadirin, terutama kaum muda, untuk “memimpin” dalam mempromosikan persahabatan bilateral sebagai “pelopor”. Pada kesempatan inilah Le Nguyet Quynh, seorang pelajar Vietnam, bertemu dengan Xi untuk pertama kalinya.

Quynh (19) saat ini menjadi mahasiswa baru jurusan ekonomi di Universitas Tsinghua, almamater Xi. Dia menggambarkan kesannya terhadap Xi, “Dia baik, berpostur tinggi, dan bermartabat.”

Mewakili kaum muda Vietnam, Quynh menyampaikan pidato di depan Xi pada acara tersebut. Foto dari momen tersebut kini menjadi gambar sampul profilnya di WeChat, aplikasi perpesanan all-in-one paling populer di China.

“Setiap kali teman sekelas menambahkan saya di WeChat dan melihat bahwa saya telah bertemu dengan Xi Dada, mereka semua ingin tahu bagaimana itu bisa terjadi,” kata Quynh. Dada merupakan sebutan untuk paman dalam dialek Mandarin, dan diberikan kepada Xi oleh para warganet China. “Sungguh pengalaman yang luar biasa,” katanya.

Quynh, yang berasal dari Provinsi Nghe An, Vietnam, tempat kelahiran Ho Chi Minh, mulai belajar bahasa Mandarin saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Setelah menonton sebuah video tentang kunjungan Xi ke almamaternya, dia pun berniat masuk ke Universitas Tsinghua, kampus impiannya.

Seperti Quynh, banyak pelajar Vietnam yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi di China. Sekitar 20.000 pelajar Vietnam belajar di China pada tahun ajaran 2023-2024. Jumlah pelajar China di Vietnam juga terus meningkat.

Keyakinan Xi bahwa persahabatan antar bangsa terletak pada kedekatan antara orang-orangnya, benar-benar menyentuh hati Quynh. “Ke mana pun Anda pergi, jika orang-orang dari dua negara dapat bergaul dengan baik, mereka secara alami akan mulai berbagi elemen budaya mereka satu sama lain,” katanya. “Dan begitulah cara persahabatan tumbuh dan berlanjut.”

“Dan dalam hal menjaga persahabatan antara kedua negara,” kata Quynh, “memang kita sebagai pemuda yang harus memikul tanggung jawab itu.”  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

China dan Vietnam Sepakat Tangani Sengketa Maritim Melalui Pembicaraan

China Tempati Posisi Teratas Sebagai Sumber Wisatawan Terbesar di Vietnam

Tawarkan Kerja Sama, Ansar Bersama Cen Sui Lan Temui Dubes Tiongkok dan Vietnam

Persatuan ASEAN-China Jadi Pertahanan Terbaik Asia dalam Hadapi Perang Dagang