Perayaan Festival Musim Semi, atau Tahun Baru Imlek di China, tahun ini diwarnai dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke negara itu, yang datang merasakan budaya China menyusul penerapan kebijakan transit bebas visa yang baru.
ANDREA SCHMITT dan suaminya, pasangan asal Berlin, Jerman, termasuk di antara wisman tersebut.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Shanghai, China. (XHTV)
Belum lama ini, pasangan itu mengunjungi dan menikmati keindahan deretan lampion meriah di Taman Yuyuan kuno di Shanghai.
Baca Juga: Tradisi Berburu Bandeng Imlek, Simbol Keharmonisan Budaya China dan Betawi
Sebelum memulai perjalanan, mereka mencari informasi di internet mengenai festival tradisional China ini, yang merupakan hari libur paling penting di China.
Ini adalah waktu berkumpul bersama keluarga, sama seperti Natal di negara Barat, kata Schmitt, seraya menambahkan, suasana meriah di China berbeda dengan apa yang mereka bayangkan.
Kota Shanghai dihiasi dengan lampion merah dan kaligrafi kuplet, dan di setiap penjuru masyarakat tampak bergembira.
Populasi yang sangat besar memberikan kesan yang sangat mendalam baginya, kata Schmitt. Berlin memiliki sekitar 4 juta jiwa penduduk, sedangkan Shanghai memiliki 25 juta penduduk.
Baca Juga: Rayakan Imlek 2025 dengan “Year of The Snake” di HARRIS Resort Barelang Batam
Di jalan-jalan, pasangan ini melihat orang-orang yang mengenakan berbagai macam gaya busana, di antaranya gaun yang modis, kostum cosplay, dan hanfu, pakaian tradisional China.
Perjalanan ini memungkinkan mereka untuk memahami China dengan lebih baik lagi. “Orang-orang di sana bebas menjalani pilihan mereka sendiri,” kata Schmitt.

China melanjutkan pelonggaran kebijakan visanya pada 2024, untuk mendorong keterbukaan dan pertukaran antarmasyarakat, sehingga lebih banyak pelancong dan pebisnis asing yang dapat mengunjungi negara tersebut tanpa visa.
Baca Juga: Promo Menarik Bersama Orang Tercinta, Suasana Imlek Tahun Naga Kayu di HARRIS Resort Barelang
Langkah terbaru China adalah perpanjangan kebijakan transit bebas visa, yang memungkinkan pengunjung asing yang memenuhi syarat tinggal di negara itu selama 240 jam tanpa visa.
Statistik yang dirilis raksasa layanan perjalanan daring China, Trip.com Group, menunjukkan, volume pemesanan perjalanan oleh wisman ke China selama liburan Tahun Baru Imlek melonjak 203 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 lalu.
Menurut Tujia, sebuah platform pemesanan penginapan di China, pemesanan penginapan selama Festival Musim Semi di Shanghai yang dilakukan oleh wisatawan asing, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024 lalu.
Baca Juga: Gegap Gempita Perayaan Tahun Baru Imlek di Berbagai Belahan Dunia
Sementara itu, jumlah penginapan yang tersedia untuk tamu asing meningkat 30 persen, dengan banyak di antaranya menyediakan layanan dalam bahasa Inggris.

Di wilayah Yangshuo, tujuan wisata populer di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, yang terkenal akan pegunungan karst dan sungai-sungainya yang indah, Chen Ronghua mengelola Giggling Tree, sebuah penginapan butik.
Baca Juga: Pertunjukan Tari Barongsai di Atas Es Meriahkan Tahun Baru Imlek di Tangsel
Dia mengamati peningkatan pengunjung asing yang signifikan, dan mengaitkan lonjakan ini dengan perluasan kebijakan transit bebas visa China.
“Bahkan selama musim sepi wisatawan pada November 2024, tingkat hunian kami tetap sekitar 90 persen,” kata Chen, seraya menambahkan ,tahun ini jumlah pelancong dari Australia dan Eropa meningkat, dan sebagian besar kamar sudah dipesan untuk Maret 2025.
Chen, yang memilih Curry sebagai namanya dalam bahasa Inggris, kerap berbincang-bincang dengan para tamu asingnya. Selama liburan Festival Musim Semi, Chen menyisipkan kemeriahan Tahun Baru Imlek di penginapannya dan mengadakan makan malam Tahun Baru lintas budaya.
Baca Juga: Menilik Kemeriahan Parade Lampion Jelang Tahun Baru Imlek di Malaysia
“Kami mengumpulkan para tamu dari berbagai negara, berbagi tradisi dan cerita,” katanya. “Pengunjung bahkan berkesempatan memasak sendiri hidangan Imlek, menciptakan pengalaman yang sangat imersif.” (bersambung…)







