BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Sebuah penelitian terbaru yang dilaksanakan tim ilmuwan China, berhasil mengidentifikasi target molekuler baru untuk mengembangkan pestisida ramah lingkungan yang aman dan efisien, menawarkan solusi menjanjikan untuk memerangi resistansi pestisida pada hama.
Mengutip data statistik dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), para peneliti dari Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/ CAAS) mengatakan, hama tanaman menyebabkan hilangnya produksi pertanian global sebesar sekitar 40 persen, yang mengakibatkan kerugian ekonomi lebih dari 220 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.159) setiap tahunnya.
Baca Juga: Indonesia Bidik Teknologi Pertanian China untuk Capai Swasembada Pangan
“Mengembalikan hasil pertanian yang hilang akibat hama, merupakan tugas yang menantang,” kata Yang Qing, seorang peneliti dari Agricultural Genomics Institute at Shenzhen (AGIS) di bawah naungan CAAS.
Berbagai metode pengendalian hama, seperti penyemprotan pestisida, penggunaan aroma untuk menarik hama, dan pengenalan musuh alami, telah dicoba.
Namun, efektivitasnya belum memuaskan karena resistensi hama terhadap pestisida yang semakin meningkat dan tingginya biaya yang dibutuhkan, jelas Yang.
Baca Juga: Bank Sentral China Tingkatkan Dukungan Finansial, Sektor Pertanian dan Perusahaan Kecil
“Kita membutuhkan pestisida yang dirancang khusus menargetkan fitur struktural dan fungsi fisiologis hama yang unik. Dikenal akan kekhususannya yang tinggi, keamanan, efisiensi, dan minimnya pencemaran lingkungan, pestisida tertarget ini sering disebut sebagai pestisida ramah lingkungan,” lanjutnya.
Kunci mengembangkan pestisida tertarget terletak pada identifikasi target molekuler yang tepat. Target molekuler adalah molekul biologis atau protein spesifik pada tingkat molekuler yang direspons oleh pestisida, yang secara langsung memengaruhi aktivitas kehidupan hama, imbuh Yang.
Baca Juga: INKUD Jalin Kerja Sama dengan Dua Perusahaan Pertanian China
Tim peneliti yang dipimpin Yang, menemukan jenis protein unik yang dikenal sebagai transporter ABCH.
Penelitian mereka mengungkap, protein ABCH bertanggung jawab membawa lipid ke kutikula serangga, yang berkontribusi pada pembentukan penghalang lipid serangga. Protein ini juga terkait resistansi pestisida pada hama.
Baca Juga: Ilmuwan China Temukan Metode Baru untuk Tingkatkan Rasa Manis pada Tomat
Protein ABCH terdapat pada semua serangga dan artropoda lainnya, tetapi tidak ada pada manusia dan mamalia lainnya serta tanaman, menjadikannya target molekuler yang ideal membuat pestisida, menurut para peneliti.
Penelitian ini menemukan mekanisme interaksi yang unik antara transporter ABCH, molekul lipid, dan molekul insektisida. Para peneliti juga berhasil mengidentifikasi inhibitor molekul kecil yang dapat menahan fungsi transportasi ABCH, dan mengidentifikasi bahan-bahan efektif yang dapat langsung digunakan dalam pembuatan pestisida ramah lingkungan.
Baca Juga: Pertemuan Bisnis Indonesia-China Bahas Peluang Kerja Sama dan Investasi Lewat Makanan
Penelitian ini menandai terobosan signifikan di bidang entomologi dan studi target pestisida, meletakkan dasar penting untuk pengembangan pestisida hijau, kata Yang.
Temuan penelitian ini dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal akademis Cell. (amr/ xinhua-news.com)







