MOSKOW (Kepri.co.id – Xinhua) – Rusia mengakui, tidak ada penyelesaian yang mudah untuk krisis Ukraina dan pihaknya bersikap realistis mengenai situasi tersebut, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov pada Rabu (25/12/2024).
“Kami bersikap realistis dan saat ini tidak memiliki gambaran apa pun tentang prospek penyelesaian yang mudah dari krisis Ukraina,” kata Lavrov dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Moskow Bertekad Respons Penempatan Pangkalan Pertahanan Rudal AS di Polandia
Lavrov mengatakan, krisis ini hanya dapat “diselesaikan dalam konteks kesepakatan mengenai keamanan dan stabilitas yang dapat diandalkan di Eropa,” yang akan mencerminkan kepentingan Rusia dan kepentingan semua negara lainnya.
Menlu Rusia itu juga mengatakan, Moskow bersikap realistis mengenai perubahan seiring kehadiran pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Kemenlu Rusia: Moskow Tahu Realitas yang Sebenarnya tentang Trump
Dia mengatakan, prinsip-prinsip yang dirumuskan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenai penyelesaian krisis Ukraina bukanlah prasyarat, melainkan didasarkan pada hukum internasional.
“Kami tidak pernah meninggalkan negosiasi, akan tetapi kami perlu melihat proposal yang serius dan konkret ketika proposal tersebut disampaikan kepada kami,” kata Lavrov.
Baca Juga: Wamenlu Rusia: Rusia Dapat Tempatkan Rudal di Asia jika Rudal AS Muncul di Sana
Mengenai gencatan senjata yang saat ini sedang dibahas antara Barat dan Ukraina, Lavrov mengatakan, Rusia membutuhkan perjanjian yang dapat diandalkan dan mengikat secara hukum yang akan menghilangkan akar penyebab konflik tersebut. (hen/ xinhua-news.com)







