Kunjungan Wisatawan China ke Indonesia Tembus 1 Juta Dalam 10 Bulan Pertama 2024

Kunjungan Wisatawan China ke Indonesia Tembus 1 Juta Dalam 10 Bulan Pertama 2024
Sejumlah seniman berpartisipasi dalam sebuah parade di Pesta Kesenian Bali 2024 di Denpasar, Provinsi Bali, pada 15 Juni 2024. Pesta Kesenian Bali tahun ini diselenggarakan pada 15 Juni hingga 13 Juli 2024. (F. Xinhua/Dicky Bisinglasi)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2024 mencapai 1,03 juta, rekor tertinggi yang pernah tercatat sejak pandemi Covid-19. Para pelaku industri meminta lebih banyak dukungan dari pemerintah, untuk menarik semakin banyak wisatawan asal China.

Volume kunjungan tersebut meningkat 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 lalu, namun masih jauh dibandingkan tingkat sebelum pandemi.
Realisasi dalam 10 bulan terakhir itu, telah memenuhi target pemerintah di kisaran 1 sampai 1,5 juta kunjungan. Berdasarkan data, hampir 80 persen wisatawan tersebut masuk ke Indonesia melalui Jakarta dan Provinsi Bali.

Baca Juga: KBRI Beijing Promosikan Pariwisata Dalam Ajang CIFTIS, Soroti Destinasi Wisata Selain Bali

“Dengan jumlah penduduk dan ekonomi China yang besar, didukung keinginan masyarakatnya untuk berwisata ke luar negeri, Indonesia seharusnya dapat menarik lebih banyak lagi kunjungan wisatawan asal China,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Budi Ardiansjah kepada Xinhua, Senin (2/12/2024).

Dengan volume kunjungan yang besar, China saat ini menjadi salah satu dari empat negara asal utama wisatawan asing yang masuk ke Indonesia setelah Malaysia, Australia, dan Singapura.

Volume kunjungan wisatawan China, sempat menyentuh angka lebih dari 2 juta pada 2019, namun turun signifikan saat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan China ke Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Menurut Budi, wisatawan China cukup menjanjikan karena sering kali datang dalam rombongan dan semakin gemar berbelanja, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian setempat.

Kunjungan Wisatawan China ke Indonesia Tembus 1 Juta Dalam 10 Bulan Pertama 2024
Wisatawan China menikmati hiburan air di Teluk Benoa di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada 13 Februari 2023. (F. Xinhua/Dicky Bisinglasi)

ASITA menyarankan pemerintah, melakukan serangkaian upaya guna meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar China. Di antaranya memberlakukan pembebasan visa, peningkatan kemampuan Bahasa Mandarin bagi pemandu wisata dan operator jasa perjalanan, serta memperkuat promosi pariwisata.

Baca Juga: Parade Pesta Kesenian Bali

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI) berulang kali menyebut, China sebagai pasar utama yang sangat penting bagi pariwisata Indonesia, berkontribusi sekitar 10 persen dari total target wisatawan asing yang masuk ke Indonesia tahun 2024 ini.

Untuk menjangkau pasar China, pemerintah RI telah tiga kali menggelar acara Wonderful Indonesia Sales Mission sepanjang tahun ini, yang diadakan di lima kota berbeda di China.

Program tersebut menggandeng banyak pihak, termasuk agen perjalanan, maskapai penerbangan, hingga penyedia akomodasi atau hotel.

Baca Juga: Forum Indonesia-Afrika Ke-2 Ditutup di Bali, Raih Kesepakatan Bisnis 3,5 Miliar Dolar AS

Selain itu, Kemenparekraf RI juga mendorong pembukaan lebih banyak rute baru penerbangan langsung dari China ke Indonesia.

Berdasarkan data Amadeus, hingga November 2024, terdapat rute penerbangan langsung yang menghubungkan 14 kota di China dengan tiga kota di Indonesia, yaitu Denpasar, Jakarta, dan Manado dengan kapasitas lebih dari 1,2 juta kursi.

Para wisatawan menikmati pemandangan di objek wisata sawah terasering Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, pada 14 Mei 2024. (F. Xinhua/Agung Kuncahya B)

Wonderful Indonesia Sales Mission di China ini, diharapkan menjadi stimulus tidak hanya bagi wisatawan mancanegara agar berkunjung ke Indonesia, namun juga stimulus bagi para pihak terkait seperti mitra maskapai, agar dapat menambah frekuensi penerbangan langsung dan membuka rute baru dari China ke berbagai kota di Indonesia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan persnya pada 26 November 2024 lalu.

Baca Juga: Desa Bali di Hainan jadi Jembatan Persahabatan China-Indonesia

Made mengatakan, hubungan Indonesia-China memiliki potensi people to people (P2P) yang besar dan harus dijaga serta didorong, terutama menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun 2025 mendatang. (amr/ xinhua-news.com)