JENEWA (Kepri.co.id -Xinhua) – Sebuah laporan baru dari Program Gabungan PBB untuk HIV dan AIDS (UNAIDS) pada Selasa (26/11/2024) mengungkapkan, penyakit yang berhubungan dengan AIDS merenggut 630.000 nyawa tahun 2023 lalu, sementara 1,3 juta orang di seluruh dunia merupakan penderita baru HIV.
Laporan Hari AIDS Sedunia 2024, menekankan pentingnya mengambil “jalan yang benar dalam mengakhiri AIDS” dan menegaskan kembali komitmen global, menghapuskan AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat tahun 2030.
Baca Juga: Dari Gelap Menuju Terang, Upaya Antinarkoba China Dorong Transformasi Kehidupan Para Pengidap HIV
Menurut laporan tersebut, sekitar 39,9 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV tahun 2023, bertambah 900.000 orang dibandingkan tahun 2022.
Meskipun ada kemajuan dalam pengobatan, 9,3 juta orang masih tidak memiliki akses terhadap perawatan yang dapat menyelamatkan jiwa, dan jumlah infeksi baru HIV tercatat meningkat di sedikitnya 28 negara.

Laporan itu menyoroti kesenjangan gender yang mencolok di antara kaum muda. Tahun 2023 lalu, 570 wanita muda dan anak perempuan berusia 15 hingga 24 tahun terinfeksi HIV setiap hari.
Di 22 negara di Afrika bagian timur dan selatan, perempuan dalam kelompok usia ini memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk hidup dengan HIV dibandingkan laki-laki.
Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima, menekankan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk hambatan terhadap pendidikan bagi wanita muda dan impunitas terhadap kekerasan berbasis gender, terus menjadi penghalang dalam kemajuan pemberantasan AIDS.
“Untuk melindungi kesehatan setiap orang, kita harus melindungi hak-hak setiap orang,” katanya.
Alexandra Calmy, kepala layanan perawatan HIV di Rumah Sakit Universitas Jenewa, menggarisbawahi urgensi menyediakan pilihan terapeutik dan pencegahan inovatif yang dapat diakses secara universal. (amr/ xinhua-news.com)







