MOSKOW (Kepri.co.id – Xinhua) – Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan menempatkan rudal jarak menengah dan jarak pendek di Asia, jika rudal Amerika Serikat (AS) muncul di kawasan yang sama. Demikian dilaporkan media lokal pada Senin (25/11/2024), mengutip pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia, Sergei Ryabkov.
“Kemunculan sistem AS semacam itu di kawasan mana pun di dunia, akan menentukan langkah kami selanjutnya, termasuk di bidang organisasi respons militer dan militer-teknis,” kata Ryabkov kepada wartawan, ketika ditanya apakah Rusia mempertimbangkan kemungkinan menempatkan rudal jarak menengah dan jarak pendek di Asia.
Baca Juga: Moskow Bertekad Respons Penempatan Pangkalan Pertahanan Rudal AS di Polandia
Sang diplomat juga mengatakan, pangkalan AS di Eropa, termasuk situs-situs di mana senjata nuklir taktis ditempatkan, tidak mendapat pengecualian dalam daftar target potensial bagi Rusia jika terjadi konflik militer.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Senin (25/11/2024) mengumumkan, pasukan Ukraina melancarkan serangkaian serangan sepanjang malam terhadap “fasilitas-fasilitas penting” di tiga daerah di Rusia bagian barat.
Sebuah depot minyak di daerah Kaluga menjadi sasaran dalam serangan tersebut, kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan di Facebook, seraya menambahkan, dampak dari serangan terhadap target-target lain di daerah Bryansk dan Kursk masih dievaluasi. (amr/ xinhua-news.com)







