BEIRUT (Kepri.co.id – Xinhua) – Pesawat tempur Israel melancarkan 13 serangan brutal di wilayah pinggiran selatan Beirut pada Selasa (12/11/2024) yang berlangsung hampir tiga jam, menurut Kantor Berita Nasional (National News Agency) Lebanon.
Kantor berita tersebut mengatakan, serangan menargetkan wilayah Haret Hreik, Ghobeiry, Laylaki, dan area sekitarnya, dengan suara rudal yang menggelegar terdengar di seluruh Beirut dan Gunung Lebanon.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Beirut. (XHTV)
Kejadian-kejadian yang terekam oleh sejumlah saluran media Lebanon menunjukkan, asap mengepul dari area yang menjadi target serangan, yang memicu kebakaran dan meluluhlantakkan beberapa bangunan.
Baca Juga: PM Italia Kunjungi Lebanon Tunjukkan Solidaritas di Tengah Serangan Israel
Sebelum serangan tersebut, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengeluarkan peringatan evakuasi di media sosial X untuk lingkungan di Haret Hreik, Bir al-Abed, Sfeir, Mreijeh, dan Laylaki, mendesak penduduk menjaga jarak 500 meter dari lokasi-lokasi yang terafiliasi dengan Hizbullah.
Sejak 23 September 2024, militer Israel telah mengintensifkan serangan udaranya di Lebanon dalam eskalasi konflik dengan Hizbullah. Israel lebih lanjut memulai operasi darat, melintasi perbatasan utara mereka ke Lebanon pada awal Oktober 2024.
Baca Juga: Dalam Sehari, UNIFIL Deteksi 1.500 Lebih Serangan Lintas Batas Israel-Lebanon
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel sejak awal konflik pada Oktober 2023 lalu mencapai 3.243, dan korban luka-luka bertambah menjadi 14.134. (amr/ xinhua-news.com)







