China dan Vietnam Sepakat Tangani Sengketa Maritim Melalui Pembicaraan

Perdana Menteri (PM) China Li Qiang (kiri) menggelar pembicaraan dengan PM Vietnam, Pham Minh Chinh di Hanoi, Vietnam, pada 13 Oktober 2024. (F. Xinhua/Liu Weibing)

HANOI (Kepri.co.id – Xinhua) – China dan Vietnam melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dan jujur mengenai isu-isu maritim. Keduanya menekankan perlunya pengelolaan yang lebih baik dan upaya aktif menyelesaikan sengketa maritim, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dan kawasan tersebut, menurut pernyataan bersama, Senin (14/10/2024).

Kedua pihak sepakat mengelola perbedaan dengan baik, melalui konsultasi yang bersahabat, secara aktif mencari resolusi mendasar dan berjangka panjang yang dapat diterima bersama.

Baca Juga: PM China Ingin Lanjutkan Penyelarasan Strategi Pembangunan dengan Arab Saudi

Hal tersebut, sejalan dengan kesepakatan prinsip-prinsip dasar yang mengatur penyelesaian masalah-masalah terkait laut antara China dan Vietnam, serta hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/ UNCLOS), kata pernyataan itu.

China dan Vietnam sepakat untuk menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi atau mengeskalasi perselisihan guna bersama-sama menjaga stabilitas kemaritiman.

Kedua belah pihak sepakat melanjutkan implementasi yang komprehensif dan efektif dari Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration on the Conduct of Parties/ DOC) di Laut China Selatan.

Baca Juga: PM China Serukan Agar China dan Malaysia Tingkatkan Integrasi Strategi Pembangunan

China dan Vietnam juga sepakat, segera merampungkan Kode Etik (Code of Conduct/ COC) di Laut China Selatan yang substantif dan efektif, sejalan dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS, berdasarkan konsensus melalui konsultasi. (hen/ xinhua-news.com)