GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Hanan al-Doqi, seorang anak Palestina yang mengungsi dari Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, terbaring di sebuah ranjang di Rumah Sakit al-Aqsa menerima perawatan. Gadis kecil itu tampak kesulitan bernapas.
Pada 3 September 2024 lalu, tentara Israel menyerang rumah keluarga al-Doqi di Deir al-Balah, yang menewaskan ibunya, Shimaa, dan menyebabkan adik perempuannya, ayahnya, dan dirinya sendiri mengalami luka serius.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)
Serangan tersebut terjadi, hanya beberapa jam setelah kedua kakak beradik itu menerima vaksin polio yang disediakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pipi kanan Hanan terbakar, menunjukkan tanda-tanda luka bakar tingkat dua yang mungkin akan meninggalkan bekas luka permanen. Selain itu, kedua kakinya diamputasi dan sebagian ususnya terputus karena luka tersebut.
Baca Juga: Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas
Adik perempuan Hanan, Misk, kehilangan kaki kirinya akibat serangan Israel. Sementara itu, ayah mereka mengalami luka serius dan dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Menurut dokter, ayahnya mungkin tidak bisa diselamatkan.
“Tentara Israel mengebom rumah yang dihuni empat orang, yaitu Misk, Hanan, dan kedua orang tuanya. Apartemen itu menjadi sasaran pada 3 September 2024 dengan dua rudal yang saling berbenturan, meski sedang dalam periode gencatan senjata kemanusiaan,” ujar bibi dari Hanan dan Misk, Shifa Al-Doqi.
Baca Juga: Netanyahu Ragu Soal Kesepakatan Pembebasan Sandera, Bersumpah Pertahankan Kehadiran Israel di Gaza
Beberapa jam sebelumnya, kedua anak perempuan itu divaksinasi polio. Sekarang kaki mereka terpaksa diamputasi.
“Kedua anak itu mulai menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka. Saya tidak tahu harus menjawab apa, ketika mereka bertanya tentang ibunya. Saya tidak tahu apakah saya akan mampu merawat mereka nantinya, karena kondisi psikologis yang buruk yang akan mereka alami,” ujar bibi dari Hanan dan Misk, Shifa Al-Doqi.
Baca Juga: Warga Gaza Yang Terluka, Hadapi Kondisi Mengancam Jiwa di Tengah Kekurangan Obat dan Bahan Bakar
Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza, sebagai pembalasan atas serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 orang lainnya disandera.
Hingga Minggu (15/9/2024), militer Israel telah menewaskan 41.206 warga Palestina dan melukai 95.337 orang, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.
Meski ada seruan internasional berulang kali untuk mengakhiri serangan, warga Palestina di Gaza masih menghadapi serangan Israel yang terus berlanjut.
Baca Juga: Peneliti Palestina Sebut Peran Mediasi AS Dalam Gencatan Senjata Gaza Diragukan
Serangan-serangan tersebut mengakibatkan kehancuran yang meluas pada bangunan-bangunan tempat tinggal dan infrastruktur Palestina. Pada awal Juli 2024, statistik PBB memperkirakan bahwa 1,9 juta orang, atau sekitar sembilan dari 10 penduduk di Gaza, mengungsi di Jalur Gaza. (amr/ xinhua-news.com)







