GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza, bertambah menjadi 40.265 orang. Demikian menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada Kamis (22/8/2024).
Selama 24 jam terakhir, serangan militer Israel menewaskan 42 warga Palestina dan melukai 163 orang lainnya. Sehingga, total korban tewas mencapai 40.265 orang dan korban luka menjadi 93.144 orang sejak pecahnya konflik Palestina-Israel, tambahnya.
Baca Juga: Netanyahu Ragu Soal Kesepakatan Pembebasan Sandera, Bersumpah Pertahankan Kehadiran Israel di Gaza
Otoritas kesehatan tersebut juga mengatakan, masih ada sejumlah korban yang terkubur di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, yang berada di luar jangkauan ambulans dan kru pertahanan sipil.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)
“Sumur air dan infrastruktur sanitasi yang sangat penting, telah berulang kali rusak selama perang,” kata Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dalam platform media sosial X pada Kamis (22/8/2024).
“Dengan penduduk yang terlalu padat, kebersihan yang tidak memadai, dan panas yang tak tertahankan, akses mendapatkan air bersih terus menjadi kendala di Jalur Gaza,” kata UNRWA.
“Ini adalah rumah bibi saya yang menjadi sasaran serangan. Bibi saya adalah warga sipil yang cinta damai dan bekerja sebagai guru. Dia tetap tinggal di rumahnya, kendati pernah menjadi sasaran sebelumnya,” ujar kerabat warga yang tewas, Mohammed Abu Zaid.
Baca Juga: Warga Gaza Yang Terluka, Hadapi Kondisi Mengancam Jiwa di Tengah Kekurangan Obat dan Bahan Bakar
Bagaimanapun, kata Mohammed Abu Zaid, bibinya memutuskan kembali menghuni rumahnya yang hancur karena tidak dapat menemukan tempat lain.
“Saya biasa mengunjungi bibi setiap hari, karena saya yakin tidak ada bahaya di rumah ini. Semalam, pada tengah malam, kami mendengar ledakan keras di area itu. Kemudian kami terkejut saat mengetahui, pihak militer telah menyerang rumah bibi saya dan kamar-kamar tempat mereka tidur,” ujar Mohammed Abu Zaid.
Diakui Mohammed Abu Zaid, mereka menemukan seluruh anggota keluarga bibinya, dalam keadaan hancur berkeping-keping.
Baca Juga: Peneliti Palestina Sebut Peran Mediasi AS Dalam Gencatan Senjata Gaza Diragukan
“Mereka hanyalah anak-anak dan wanita. Mereka sedang tidur tetapi militer menyerang mereka dengan rudal dan menewaskan mereka semua. Kami berhasil menemukan beberapa jenazah mereka, dan kami masih mencari yang lainnya,” ujar Mohammed Abu Zaid.
Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza, membalas serangan kelompok perlawanan itu di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023 lalu, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera kurang lebih 250 lainnya. (hen/ xinhua-news.com)







