JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Indonesia dan China sedang menjajaki peluang kerja sama, pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi baru ramah lingkungan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca dalam negeri.
Penjajakan kerja sama tersebut, dilakukan dalam pertemuan antara Dewan Energi Nasional (DEN) dengan China National Nuclear Corporation Overseas Ltd (CNOS) di Jakarta, Rabu (3/7/2024). CNOS merupakan anak perusahaan China National Nuclear Corporation (CNNC), yang berfokus pada pengembangan pasar luar negeri.
“Salah satu strategi transisi energi Indonesia, memenuhi kebutuhan energi yang tinggi dan keinginan bertransisi ke energi lebih bersih, harus ada sumber energi baru atau sumber energi yang bisa diandalkan selayaknya batu bara,” ujar Agus Puji Prasetyono, salah satu anggota DEN, dalam pertemuan tersebut sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Oleh karena itu, lanjut Agus, salah satu strategi Kebijakan Energi Nasional melalui energi nuklir.
Dalam hal ini, CNOS menyebutkan, pihaknya telah terlibat dalam beberapa proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di beberapa negara, seperti ekspor reaktor nuklir ke Aljazair dan Pakistan.
CNOS mampu menyediakan layanan khusus mencakup seluruh proses mulai dari perencanaan, pemilihan lokasi, konstruksi, commissioning, hingga pengoperasian.
Oleh karena itu, CNOS berharap dapat menjalin kerja sama antara China dan Indonesia terkait pemanfaatan energi nuklir untuk sumber energi bersih. (asa/ xinhua-news.com)







