Kemenko Polhukam dan Sekretariat Kabinet, Optimis Pembangunan Hunian Baru Masyarakat Rempang Sesuai Target

Kemenko Polhukam dan Sekretariat Kabinet, Optimis Pembangunan Hunian Baru Masyarakat Rempang Sesuai Target
Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad (tengah) mendampingi Kemenko Polhukam dan Sekretariat Kabinet meninjau rumah contoh warga terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon, Minggu (9/6/2024). (F. rud/ bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Sugeng Purnomo, optimis proyek pembangunan hunian baru untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City bisa diselesaikan sesuai target.

Hal ini, disampaikan Sugeng usai meninjau lokasi pembangunan hunian baru di Tanjung Banon, Minggu (9/6/2024).

Baca Juga: Empat KK Terdampak Rempang Eco-City Bergeser ke Hunian Sementara

Dalam peninjauan tersebut, turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Kejaksaan Agung, Firdaus Dewilmar; Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab), Satya Bhakti Parikesit; Dewan Pengawas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Elen Setiadi, dan lainnya.

Sementara dari BP Batam, hadir Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam, serta sejumlah pejabat eselon 2 di lingkungan BP Batam.

“Kita ingin melihat perkembangan pembangunan yang ada di sini. Tujuannya, untuk kita evaluasi tentang kesiapan-kesiapan pemindahan warga. Dengan melihat ini, kita optimis target itu bisa dicapai,” ujarnya.

Sugeng melanjutkan, dalam peninjauan tersebut, pihaknya melakukan diskusi memastikan kelancaran pembangunan hunian baru ini. Termasuk evaluasi penambahan peralatan dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan, serta koordinasi dengan kementrian atau lembaga terkait.

“Saya optimis ini bisa kita laksanakan tahun ini. Tadi di lapangan, sudah kita diskusikan dan berkomunikasi dengan Dirjen di PUPR untuk memastikan, dari PUPR terkait fasilitas dukungan bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, berharap, pengembangan Rempang ini bisa lancar ke depan. Sehingga, Rempang dapat menjadi kota baru. Kota yang membuka lapangan kerja yang banyak dan peluang-peluang bisnis lainnya.

“Semoga pembangunan ini bisa terus lancar dan sukses semua,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini proses pembangunan empat rumah contoh untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City di Tanjung Banon telah rampung.

BP Batam, juga telah mulai melanjutkan pembangunan hunian baru untuk masyarakat yang terdampak Pengembangan Rempang Eco-City.

Tidak hanya BP Batam, Kementerian PUPR juga akan melakukan pematangan lahan dan pembangunan fasilitas sosial serta fasilitas umum, di lokasi hunian baru masyarakat Rempang.

Begitu juga masyarakat yang sudah mendaftar dan pindah ke hunian sementara terus bertambah. Hingga saat ini, sudah terdapat 98 kepala keluarga (KK) yang telah pindah ke hunian sementara.

Hal ini, menandakan komitmen BP Batam menyelesaikan proyek strategis nasional ini, demi mendongkrak perekonomian daerah.

Sehingga, terealisasinya investasi ini, akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda. (amr)