Yayasan COB Resmikan Kantor Baru, Memanusiakan Manusia dengan Gotong Royong

Pemotongan pita menandai peresmian kantor Yayasan COB Provinsi Kepri di ruko komplek Welcome to Batam Blok C9 dan C10 Batam Center, Senin (20/5/2024). (F. asa)

BATAM (Kepri.co.id) – Yayasan Cahaya Obor Berkat (COB) Provinsi Kepri meresmikan kantor baru di ruko kompleks Welcome to Batam (WTB) Blok C9 dan C10 Batam Centre, Senin (20/5/2024).

Yayasan COB ini, sudah berjalan sejak tahun 2021 berawal dari prihatin terhadap masyarakat yang terimbas Covid-19. Ada yang kena pemutusan hubungan kerja, ada yang membutuhkan bantuan sembako.

“Visi Yayasan COB ini, memanusiakan sesama manusia. Karena banyak masyarakat kita, maaf, kehidupan mereka kurang manusiawi. Itulah keterpanggilan Yayasan COB memberikan pelayanan ke sana,” ujar Pendiri dan Pembina Yayasan COB, Pdt Hanny Andries.

Kini, Yayasan COB fokus pada lima kegiatan layanan yaitu bidang lahan penelitian pertanian, cancer charity centre, anak-anak berkebutuhan khusus, rumah kebajikan, dan panti asuhan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata nyanyi bersama anak berkebutuhan khusus pada peresmian Kantor Yayasan COB di ruko komplek Welcome to Batam Blok C9 dan C10 Batam Center, Senin (20/5/2024). (F. asa)

Apa yang dilakukan COB, kata Hanny, semata-mata didorong oleh budaya bangsa gotong royong, saling memikul beban orang lain, saling berbagi. Yang dibantu semua lintas suku, agama, dan ras.

“Harapan kepada pemerintah, bahwa Yayasan COB mengambil bagian dari semestinya porsi pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial, ada anggaran di sana. Tapi, COB melakukannya secara swadaya. Itu tidak terkejar banyaknya orang yang membutuhkan,” ujar Hanny.

Untuk itulah, Hannya juga berharap kepada pemerintah, memberikan dukungan pada COB maupun yayasan lainnya, mengambil porsi yang semestinya peran tersebut dilakukan pemerintah.

“Kami melakukan itu, bagian dari fungsi pemerintah. Kalau pemerintah yang melakukan ini, cost nya tinggi bangat. Belum lagi, kalau ada oknum pegawai yang tidak mempunyai komitmen untuk Tuhan. Ini ada COB yang sudah jalan begini, tinggal disupport saja,” saran Hanny.

Apa yang disampaikan Pdt Hanny Adries tersebut, sejalan dengan yang disampaikan DR Soerya Respationo SH MHum sebagai tokoh masyarakat Kepri dalam peresmian kantor Yayasan COB tersebut.

Soerya yang biasa disapa Romo ini, mengapresiasi dan memberikan semangat serta selamat atas peresmian kantor Yayasan COB.

Dr Soerya Respationo SH MHum (kanan) dan Pdt Hanny Andries video call dengan tamu yang tak sempat hadir pada peresmian Kantor Yayasan COB di ruko komplek Welcome to Batam Blok C9 dan C10 Batam Center, Senin (20/5/2024). (F. asa)

“Saya percaya bahwa sayangilah yang di bumi, maka yang di langit (Tuhan) akan menyayangi. Negara hadir untuk orang yang membutuhkan. Ini ada COB memberikan pelayanan kepada masyarakat, harus kita support,” ujar Romo.

Romo mengajak tamu yang diundang dalam peresmian Yayasan COB tersebut, kalau mau investasi maka berinvestasilah ke Yayasan COB.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Batam, Drs Heriman HK mengucapkan permohonan maaf Walikota Batam, Muhammad Rudi tak bisa hadir pada peresmian kantor Yayasan COB, berhubung ada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) X tingkat Provinsi Kepri.

“Hadirnya Yayasan COB ini, secara tidak langsung membantu kerja empat organisasi perangkat daerah (OPD) yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Sudah semestinya kegiatan COB ini diberikan dukungan,” ujar Heriman.

Ketua Yayasan COB, Simon Sutrisno, mengatakan, yayasan sedang membangun rumah kebajikan di daerah Botania 1 Batam Center di atas lahan 7.000 meter. Di dalam rumah kebajikan tersebut, ada rumah singgah, dapur umum (dapur duafa).

“Yayasan membantu orang yang mengalami kesulitan. Seperti orang yang berobat ke Batam tidak ada tempat tinggal, bisa tinggal di rumah singgah. Untuk warga yang membutuhkan, bisa menghubungi telepon 087803037000,” ujar Simon.

Untuk layanan anak berkebutuhan khusus, ungkap Simon, saat ini ada salah satu terapis mensponsori melatih 10 relawan COB. Sehingga, terapis COB lebih ahli menangani anak berkebutuhan khusus.

“Anak berkebutuhan khusus selama ini, dikucilkan. Seolah tak dianggap dalam lingkungan. Kita ingin anak-anak berkebutuhan khusus tumbuh kembali. Sehingga, COB meyediakan terapis, bermain, berkumpul bersosialisasi bersama komunitas, sehingga membangkitkan percaya diri mereka,” urai Simon.

Minta kepada pemerintah, kata Simon, men-support COB karena kegiatan yang dilakukan membantu masyarakat.
“COB melakukan layanan semestinya itu porsi pemerintah. Agas layanan semakin luas membantu masyarakat, kami mohon dukungan,” ujar Simon. (asa)