BATAM (Kepri.co.id) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri memberikan motivasi kepada setiap cabang olahraga (cabor), yang akan tanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh 2024 nanti.
“Untuk cabor yang lolos jauh meningkat dibandingkan PON Papua lalu. Atlet akan mendapatkan bonus lebih besar, yang berprestasi pada PON XXI Sumut-Aceh 2024 nanti,” ujar Ketua Umum (Ketum) KONI Kepri, Usep RS di Kantor Sekretariat KONI Kepri di Kawasan Sukajadi Batam, Kamis (25/1/2025).
Usep berharap, rangking kontingen Kepri harus jauh lebih baik dibandingkan periode PON XX sebelumnya yang digelar di Papua.
Usep tentu tak puas hanya dengan bertambahnya jumlah cabor yang lolos. Target raihan emas pada PON Sumut-Aceh juga dibidik tinggi.
“Untuk itulah, KONI Kepri, mulai memanggil pengurus cabor dan pelatih memaparkan peluang raihan medali di cabor masing-masing,” jelas Usep.
Ada 29 cabor yang akan dipanggil. Itu sudah dijadwalkan, masing-masing cabor diberi waktu sekitar satu jam memaparkan target perolahan medali, dan anggaran pelatihan daerah (pelatda) yang dibutuhkan.
Jika sehari ada lima cabor yang dijadwalkan untuk presentasi, agenda itu digelar selama sepekan di Kantor KONI Kepri.
“Sebenarnya, KONI Kepri juga sudah bisa memetakan kekuatan perolehan medali PON XXI nanti berdasarkan hasil Porwil, pra PON maupun babak kualifikasi (BK) PON,” imbuhnya.
Namun, presentasi cabor ini tetap harus dilaksanakan guna mematangkan kesiapan kontingen Kepri.
“Dari hasil Porwil, pra PON atau BK PON, presentasi pengurus cabor serta kajian kita di KONI Kepri, nantinya akan ada pemetaan pembinaan untuk persiapan PON Sumut-Aceh ini,” ungkap Usep.
Ia mencontohkan, cabor yang menargetkan beberapa medali dan hasil Porwil atau pra PON-nya bagus, nanti masuk kategori super prioritas. Kategori berikutnya prioritas dan seterusnya.
“Jadi, setiap cabor yang lolos PON ini, besarnya anggaran pembinaan tentu tak bisa disamakan,” urainya.
Dengan begitu, Usep optimis, target PON XXI 2024 Sumut-Aceh ini, Kepri bisa memperbaiki rangking kontingen. “Sejauh ini, setidaknya kita bisa menarget 10 emas,” sebut Usep. Atau, katanya, bisa lebih.
Usep menjelaskan, ada 29 cabor di Kepri yang lolos PON XXI. Dari 29 cabor itu, tercatat ada 109 atlet.
Dibandingkan periode lalu pada PON XX Papua, jumlah cabor yang lolos jauh meningkat. “Di Papua lalu, total cabor di Kepri yang ikut PON hanya 14 cabor,” ujarnya.
Agenda selanjutnya, kata Usep, semua cabor yang lolos PON XXI Sumut-Aceh akan mengikuti pelatda langsung di bawah pengawasan KONI Kepri.
“Jadwal pelatda KONI Kepri diperkirakan setelah lebaran,” ungkap Usep. Setelahnya, akan ada training centre (TC) yang sifatnya terpusat di satu lokasi.
Selain program tersebut, nantinya KONI Kepri akan memfasilitasi atlet yang akan mengikuti pertandingan ujicoba.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Provinsi Kepri, Roji Juhendra, menyebutkan, optimis meraih target yang sudah ditetapkan.
“Kita sangat optimis,” tegas pria yang akrab disapa Oji ini. Cabor Jujitsu, salah satu cabor yang melakukan presentasi pada Kamis (25/1/2024).
“Mendengar penjelasan dari Ketum KONI Kepri tadi, kita makin semangat menyiapkan atlet,” sebut Oji.
Walau sebenarnya, kata Oji, Kepri termasuk terlambat melakukan pelatda. “Kita ketahui beberapa provinsi yang rangkingnya memang di atas kita, sudah menggelar pelatda,” ungkapnya.
Kendati KONI Kepri belum menggelar pelatda, namun cabor Jujitsu sudah menggelar pelatda mandiri.
“Ini demi tercapainya target satu emas dan satu perak dari cabor Jujitsu,” ujar pelatih Jujitsu Sabuk Hitam DAN III Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini.
Target ini tentu saja bukan asal ucap. Berdasarkan pengalaman dan prestasi dua atlet Jujitsu Kepri yang lolos, target itu bukan hal mustahil dicapai.
“Pada BK PON di Bekasi pada 28-29 Oktober 2023, Danang, atlet kita berhasil meraih perak. Hebatnya lagi, Danang bisa mengalahkan atlet DKI yang sudah punya jam terbang tinggi. Bahkan, atlet yang dikalahkan Danang ini pernah memperkuat Timnas Jujitsu Indonesia di ajang multievent,” sebut Oji.
Hanya saja, kata Oji, pada BK PON itu, Danang belum bisa berdiri di podium tertinggi di kelas 69 Kg newaza putra, lantaran kalah dari atlet Jawa Barat.
“Faktor kelelahan juga, selain atlet dari Jawa Barat ini juga mantan atlet nasional,” ujar Oji, menyebut alasan Danang tak bisa mengalahkan atlet Jawa Barat.
Alhasil, Danang mampu meraih perak. Namun, pada PON XXI Sumut-Aceh, Danang ditarget menyumbangkan emas.
Begitu juga Tomi Riono, atlet Jujitsu Kepri lainnya. Bertanding di kelas fighting system 77 Kg putra, Tomi mampu menyumbangkan medali perunggu. “Nantinya, Tomi kita target dapat perak pada PON Sumut-Aceh,” papar Oji.
Pada BK PON lalu, atlet Jujitsu Kepri memang tak maksimal melakukan persiapan. “KONI Kepri tak ada anggaran pembinaan untuk persiapan BK PON. Makanya, pada BK PON, kita hanya target lolos masuk enam besar, agar dapat tiket PON. Namun, hasil BK PON itu jauh di atas target,” ujar praktisi Brazilian Jiu Jitsu ini.
Selain akan ada program pelatda terpusat dari KONI Kepri setelah lebaran nanti, Oji menyebut, janji KONI Kepri akan memberikan bonus lebih besar dibanding periode PON XX lalu, diprediksi akan mencambuk semangat atlet mempersiapkan diri.
“Tadi Pak Usep, Ketua KONI Kepri menyebut, pada periode PON XX lalu, atlet peraih emas mendapat bonus Rp350 juta. Selain itu, selama empat tahun, menjelang periode PON berikutnya, atlet mendapat uang saku bulanan,” kata Oji.
Untuk PON XXI Sumut-Aceh, bonus yang dijanjikan pada atlet akan ditambah. “Memang kata Ketua KONI tadi masih pengajuan, tapi nilainya lebih besar. Semoga saja ini bisa menambah semangat atlet berlatih menyiapkan diri,” harap Oji. (rud)







