TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Seyed Abbas Araghchi pada Kamis (30/7/2026) memperingatkan tentang operasi false flag Israel yang bertujuan untuk merusak perdamaian regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, sehari setelah Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Mesir mengungkapkan, ada insiden kebakaran di sebuah kapal regasifikasi dan kapal penyimpanan di Pelabuhan Damietta di pesisir Mediterania pada Rabu (29/7/2026). Api dengan cepat berhasil dipadamkan, dan tidak ada korban yang dilaporkan dalam insiden ini.
“Mesir merupakan sahabat sekaligus mitra penting di kawasan ini, dan keamanannya sangat penting bagi kami,” kata menlu Iran itu.
“Kita semua harus waspada terhadap rencana dan operasi false flag Israel yang dirancang untuk merusak perdamaian regional,” katanya.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (30/7/2026), kabinet Mesir mengungkapkan, penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kebakaran pada Rabu tersebut dipicu oleh serangan drone.
“Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini,” tambah pernyataan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Netanyahu Ragu Soal Kesepakatan Pembebasan Sandera, Bersumpah Pertahankan Kehadiran Israel di Gaza
175 Orang Luka Akibat Serangan Rudal Iran di Arad dan Dimona, Israel
Hingga 160 Orang Diperkirakan Tewas dalam Serangan AS-Israel terhadap Sekolah Perempuan di Iran
Media Pemerintah Iran: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
