BANGKOK (Kepri.co.id – Xinhua) – Kesempatan langka melihat secara langsung tanah Bulan, memikat banyak perhatian pengunjung ketika sampel Bulan dari misi Antariksa Chang’e-5 China menjadi sorotan di Bangkok.
Di bawah kolaborasi antara National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) dan Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/ CNSA), sampel Bulan tersebut ditampilkan sebagai salah satu sorotan utama dalam ajang Sci Power for Future Thailand Fair yang berakhir pada Minggu (28/7/2024).
Baca Juga: Mineral Kaya Molekul Air Ditemukan dalam Sampel Bulan Chang’e-5
Benda pameran tersebut merupakan sebagian dari sampel yang dikumpulkan wahana antariksa Chang’e-5, salah satu misi yang paling rumit dan menantang dalam sejarah kedirgantaraan China.
“Berita tentang pameran tanah Bulan menarik minat saya ketika saya mengetahuinya dari televisi dan berita daring. Saya tidak dapat melihat sendiri permukaan Bulan secara langsung, jadi kesempatan seperti ini tidak boleh dilewatkan,” ujar Warga Bangkok, Vichitra Putakham.
“(Melihat tanah Bulan,) saya merasa sangat antusias, dan saya sangat penasaran. Itu lebih mirip pasir daripada tanah, sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” ujar siswa Sekolah Dasar Thailand, Tannya Neesanant.
“Sebelum datang ke sini, saya mengira tanah Bulan akan berbentuk seperti bongkahan yang lebih besar. Namun kemudian, saya melihat tanahnya lebih halus dan lebih lembut daripada pasir yang ditemukan di Bumi. Warnanya juga unik,” ujar siswa Sekolah Menengah Thailand, Chinnapat Ruken.
“Pengunjung dari segala kelompok usia datang ke pameran ini. Ini juga merupakan pertama kalinya tanah Bulan dipamerkan di Thailand. Hal ini menandakan, kepercayaan antara Thailand dan China,” ujar staf pameran, Suppawat Zhou.
April 2024 lalu, China dan Thailand menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) bekerja sama dalam eksplorasi dan penggunaan luar angkasa secara damai, juga terkait stasiun penelitian Bulan internasional.
“Menurut saya, kolaborasi antara China dan Thailand terjalin dengan sangat baik dan kami melihat China sebagai contoh yang baik, tidak hanya di bidang antariksa tetapi juga di bidang ilmu pengetahuan secara umum. Itulah mengapa kami sangat senang berkolaborasi dan banyak belajar dari rekan-rekan kami di China. Saya rasa kolaborasi dengan China sangat penting,” ujar Kepala NARIT, Saran Poshyachinda. (hen/ xinhua-news.com)
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Bangkok. (XHTV)







