KPJ Healthcare Berhard Lirik Kerja Sama Pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi diapit Konjen RI Johor Bahru, Sigit S Widianto (kanan) dan OIC KPJ Healthcare Berhad, Pn Norhaizam Mohammad ramah tamah penjajakan kerja sama pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam, Jumat (28/7/2023). (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Konsulat Jenderal (Konjen) RI Johor Bahru, Sigit S Widianto membawa delegasi KPJ Kuala Lumpur Healthcare Berhad, menjumpai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menjajaki kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Batam.

Tampak hadir OIC KPJ Healthcare Berhad, Pn Norhaizam Mohammad bersama COO KPJ Healthcare Berhad, Yh Dato’ Mohammad Farid Salim; RCEO KPJ Southern, Eh Mohd Azhar Abdullah; delegasi KJRI Johor Bahru; serta delegasi Indonesia Investment Promotion Centre Singapura.

Pertemuan ini merupakan lanjutan pembahasan mengenai potensi kerja sama, dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEK) Internasional di Sekupang.

Setelah sempat beberapa kali menjajaki potensi kerja sama dengan Rumah Sakit Internasional seperti Dubai dan India, dan mengalami sejumlah kendala persyaratan. Kini, BP Batam merasa optimis kemungkinan kerja sama dengan KPJ Johor Bahru dapat secara serius ditindaklanjuti.

“Persyaratan dari pemerintah, agar kita bisa mengembangkan KEK Kesehatan, bekerja sama dengan paling tidak satu brand Rumah Sakit Internasional yang menduduki 10 besar ranking dunia dan rumah sakit yang menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia berobat,” terang Rudi.

Kunjungan dari Malaysia ini, praktis membawa kabar gembira bagi pihaknya yang sedang mengembangkan KEK Kesehatan Internasional.

BACA JUGA:   Warga Batam Senang Salat Idul Adha di Masjid Tanjak, Rudi Ajak Sukseskan Pembangunan

“Tentu dari BP Batam sangat bahagia, karena kita mencari partner internasional. Kelebihan yang kita punya, KEK bisa menghadirkan tenaga medis dari luar negeri. Sehingga, masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri. Devisa yang selama ini ke luar, itu untuk wilayah kita sendiri,” tutur Rudi.

Lebih lanjut, Kepala BP Batam memaparkan, Batam merupakan daerah strategis di Indonesia. Potensi Batam yang begitu besar, telah dikembangkan melalui pengembangan infrastruktur di semua lini mulai dari jalan, bandar udara, hingga pelabuhan.

Suasana rapat penjejakan kerja sama KPJ Kuala Lumpur Healthcare Berhad dengan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam yang dimediasi Konjen RI Johor Bahru, Sigit S Widianto, Jumat (28/7/2023). (F. dok humas bp batam)

“Kami berusaha merubah wajah Kota Batam. Lima hingga 10 tahun ke depan, Batam akan menjadi kota yang sangat indah, dan semakin menarik untuk investasi,” beber Rudi.

Hal ini pun mendapatkan sambutan hangat dari Konjen RI Johor Bahru, Sigit S Widianto dan OIC KPJ Healthcare Berhad, Pn Norhaizam Mohammad.

“Bagi BP Batam dan KJP, keduanya melihat sebuah peluang kerja sama untuk meningkatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Indonesia di Batam. Karena kita pelu merevitalisai ide baru untuk meningkatkan konektivitas, sehingga tercipta mutual benefit kedua wilayah,” ungkap Konjen RI Johor Bahru, Sigit S Widianto.

Lebih lanjut ia mengakui, Batam telah berkembang dengan pesat. Menurutnya, lokasi strategis dan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan di dalam KEK ini menarik.

BACA JUGA:   Ok Gas, Finishing Empat Rumah Contoh Rempang Eco-City

Begitu pula dengan KPJ Johor yang telah memiliki kemampuan secara internasional. Data menunjukkan, satu juta orang Indonesia secara rutin tiap tahun berobat ke KPJ Johor.

Bagi Indonesia, Malaysia masih menjadi negara terbesar kunjungan wisata kesehatan dibanding tujuan negara lainnya. “Ini adalah awal yang baik. Potensi itu besar dan ini yang akan kita dalami secara detil,” tutur Sigit S Widianto optimis.

Bagai gayung bersambut, hal tersebut diamini OIC KPJ Healthcare Berhad, Pn Norhaizam Mohammad. Perempuan yang juga merupakan President of Malaysian Society for Quality in Health, sangat terkesan dengan Batam.

“Ini kunjungan pertama saya ke Batam, dan saya sangat impressed. Bandara Batam sangat bagus dan konektivitas jalan sangat baik. Mudah sekali bagi pelancong datang dan menikmati kelebihan yang dipunya,” ujar Pn Norhaizam Mohammad.

Ia secara terbuka menyampaikan, Batam adalah wilayah dengan potensi yang besar. Selain konektivitas jalan, keunggulan infrastruktur, fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan juga tersedia.

“Peluang sangat bagus, kami percaya Batam ada potensi. Kami juga percaya ada kebolehan (KPJ) yang boleh di-share-kan bersama BP Batam. So insya Allah, kami akan kerja sama dan semoga kita bisa wujudkan Hospital Internasional di Batam berjaya,” kata Pn Norhaizam Mohammad optimis.

BACA JUGA:   Setiap Bulan RSUD Embung Fatimah Terima 30 Pasien Jantung

KPJ Healthcare Berhad merupakan rumah sakit swasta terbesar di Malaysia berpengalaman 42 tahun, hingga kini telah membuka 29 fasilitas Kesehatan Rumah Sakit di Malaysia, Thailand, Bangladesh, dan Australia termasuk di Jakarta, Indonesia.

Pn Norhaizam Mohammad juga menjelaskan, pihaknya akan melakukan relokasi KPJ di Jakarta ke daerah baru yang dianggap potensial dan memiliki fasilitas yang sesuai visi KPJ.

“Kami punya 30 tahun pengalaman di Jakarta dan 10 tahun di Bangladesh. Di Jakarta, kami mendapat kendala terkait izin dokter kami dari Malaysia. Kami berencana pindahkan dari Jakarta ini, bila di Batam bisa, why not?” kata Pn Norhaizam Mohammad.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke RSBP Batam dan direncanakan melihat Batuampar pada Sabtu (29/7/2023). Disepakati akan dibentuk join team guna pembahasan lebih detil.

Hadir, Anggota Bidang Kebijakan Strategis Enoh Suharto, Anggota Bidang Pengusahaan Wan Darussalam, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Irfan Syakir, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait, Direktur Badan Usaha Rumah Sakit BP Batam Afdalun Hakim. (rud)