SOFIA (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Bulgaria, Rumen Radev pada Kamis (27/6/2024), menolak berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang akan datang dan memimpin delegasi Bulgaria di acara tersebut, karena ketidaksepakatan dengan posisi pemerintah negara itu.
Dewan Menteri Bulgaria pada Rabu (26/6/2024), menyetujui posisi kerangka kerja negara tersebut untuk KTT NATO, yang akan diselenggarakan 9 hingga 11 Juli 2024 di Washington.
Sebelumnya, Radev diusulkan memimpin delegasi Bulgaria, agar mempresentasikan posisi kerangka kerja yang telah diadopsi, dan berdasarkan posisi tersebut, “menyetujui dan/ atau mengonfirmasi” dokumen yang dipresentasikan pada KTT NATO.

Dimitar Glavchev, perdana menteri sekaligus menteri luar negeri sementara negara tersebut, termasuk dalam delegasi Bulgaria yang menghadiri acara itu.
“Saya tidak menerima beberapa ketentuan dari posisi kerangka kerja yang diadopsi Dewan Menteri, mengenai komitmen yang dibuat negara kami tentang konflik di Ukraina,” ungkap Radev dalam sebuah pernyataan.
“Dalam hal ini, saya tidak menerima usulan pemerintah, memimpin delegasi Bulgaria dan berpartisipasi dalam pertemuan Kepala Negara dan Pemerintahan di Washington,” sebut Radev.
Setelah pernyataan Radev, Kementerian Pertahanan Bulgaria mengatakan, pemerintah telah mengundang Presiden memimpin delegasi dalam kapasitasnya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan Kepala Negara, serta keputusan menerima atau memutuskan memimpin delegasi keputusan pribadi Presiden. (asa/ xinhua-news.com)







