BATAM (Kepri.co.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam, terus menunjukkan komitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga binaannya.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC (deteksi dini penyakit tuberkulosis) yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2025.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Global Fund, sebagai bagian dari gerakan nasional menuju eliminasi TBC tahun 2030.
Sebanyak 263 orang tahanan dan narapidana, mengikuti pemeriksaan rontgen dada secara langsung, untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala TBC.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH, menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah strategis menjaga kesehatan lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap deteksi dini TBC dapat dilakukan lebih optimal. Sehingga, pengobatan dan pencegahan penularan bisa segera dilakukan,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Kegiatan ACF TBC ini, juga menjadi bukti nyata komitmen Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas TBC, sejalan dengan semangat layanan PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel) di jajaran Pemasyarakatan. (asa)
BERITA TERKAIT:
Kalapas Perempuan Batam Perpanjang PKS Penanganan TBC dengan Dinkes
Lapas Perempuan Batam Gelar Pemeriksaan Kesehatan bagi WBP







