Maskapai Penerbangan Eropa Tangguhkan Sejumlah Penerbangan di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah

Maskapai Penerbangan Eropa Tangguhkan Sejumlah Penerbangan di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah
Para penumpang yang terlantar menunggu di Bandar Udara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, pada 25 Agustus 2024. (F. Xinhua/Chen Junqing)

BRUSSEL (Kepri.co.id – Xinhua) – Sejumlah maskapai penerbangan besar di negara-negara Eropa pada Minggu (25/8/2024), mengumumkan penangguhan penerbangan dari dan ke Israel serta Lebanon menyusul eskalasi ketegangan antara kedua negara Timur Tengah tersebut.

Saluran berita Prancis BFMTV melaporkan, maskapai Air France memutuskan menangguhkan penerbangannya ke Tel Aviv di Israel, dan Beirut di Lebanon, setidaknya hingga Senin (26/8/2024) menyusul eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Maskapai AS Delta dan United Airlines Tangguhkan Penerbangan ke Tel Aviv di Tengah Ketegangan

“Penerbangan hari ini dan besok dibatalkan,” kata seorang juru bicara Air France, seraya menambahkan, penangguhan tersebut kemungkinan dapat diperpanjang setelah perusahaan itu melakukan penilaian baru pada Senin (26/8/2024).

Senada dengan itu, British Airways juga mengumumkan penangguhan penerbangan dari dan ke Tel Aviv, Israel, hingga Rabu (28/8/2024).

“Mengingat situasi yang memanas di kawasan tersebut, Wizz Air untuk sementara menangguhkan penerbangan dari dan ke Israel pada 25 Agustus 2024,” bunyi pernyataan maskapai penerbangan bertarif rendah asal Hungaria, Wizz Air, di situs resminya.

Foto menunjukkan asap tebal yang disebabkan serangan udara Israel di Al-Qusayr, Lebanon, pada 25 Agustus 2024. Tiga anggota Hizbullah dan satu anggota Gerakan Amal tewas, serta enam lainnya luka-luka pada Minggu (25/8/2024) menyusul serangan Israel di Lebanon selatan, kata sejumlah sumber militer Lebanon. (F. Xinhua/Ali Hashisho)

Maskapai penerbangan Yunani, Aegean Airlines, juga membatalkan beberapa penerbangan ke Israel dan Beirut pada Minggu (25/8/2024).

Situs resmi Aegean Airlines, mencantumkan tiga penerbangan ke Tel Aviv dan dua penerbangan ke Beirut, termasuk satu penerbangan yang dijadwalkan pada Senin (26/8/2024), sebagai penerbangan yang dibatalkan.

Raksasa maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, bahkan memperpanjang penangguhan penerbangannya ke Beirut hingga 30 September 2024, dan ke Tel Aviv serta Teheran hingga 2 September 2024.

Pasukan Israel dan Hizbullah terlibat baku tembak yang sengit pada Minggu (25/8/2024) pagi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, menandai eskalasi tajam dalam konflik antara keduanya yang telah berlangsung lama.

Hizbullah mengeklaim, pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas tewasnya komandan mereka, Fouad Shokor, dalam sebuah serangan udara Israel di Beirut bulan lalu.

Sebagai respons, Israel dilaporkan melakukan sejumlah serangan udara pendahuluan (preemptive) yang menargetkan peluncur roket Hizbullah di Lebanon selatan.

Foto yang diabadikan pada 25 Agustus 2024 ini, menunjukkan gedung Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, Israel. (F. Xinhua/Chen Junqing)

Menyusul baku tembak tersengit antara kedua pihak di Timur Tengah ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, David Lammy dan Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, John Healey menghubungi Menlu dan Menhan Israel pada Minggu (25/8/2024), untuk mendesak gencatan senjata segera di kawasan tersebut, menurut unggahan mereka di media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter.

Pada awal Agustus 2024, ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel mulai memanas, banyak negara Eropa mendesak warganya segera meninggalkan Lebanon.

Sementara itu, beberapa maskapai penerbangan Eropa, termasuk Air France dan maskapai nasional Rumania, TAROM, sempat menangguhkan sejumlah penerbangan, meskipun kemudian melanjutkan kembali layanan mereka sebelum eskalasi terbaru ini. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version