BATAM (Kepri.co.id) – Kehadiran Politeknik Konstruksi di Kota Batam, dinilai menjadi momentum penting dalam mempercepat kemajuan teknologi infrastruktur. Sekaligus, menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor konstruksi yang terus berkembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS) se-Indonesia, Dr Ir Fandy Iood ST MPWK, mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi menjadi langkah strategis mendukung pertumbuhan industri Batam.
Menurut Fandy, selama ini dunia usaha konstruksi menghadapi tantangan dalam mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis sesuai kebutuhan lapangan. Karena itu, keberadaan politeknik khusus bidang konstruksi dan infrastruktur berbasis teknologi, menjadi solusi untuk mencetak lulusan siap kerja.
“Anggota badan usaha kontraktor sangat membutuhkan tenaga profesional dari lulusan sarjana terapan. Mereka tidak hanya memiliki teori, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan proyek di lapangan,” ujar Fandy.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perguruan tinggi di Indonesia baru menghasilkan sekitar 27 ribu hingga 30 ribu lulusan teknik setiap tahun.
Sementara itu, kebutuhan industri konstruksi nasional terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur dan investasi. Kondisi tersebut, menyebabkan masih terdapat kesenjangan antara jumlah tenaga ahli teknik yang tersedia dengan kebutuhan dunia kerja.
“Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga insinyur dan tenaga teknis berkualitas. Politeknik konstruksi, dapat menjadi salah satu jawaban untuk memperkecil kesenjangan tersebut,” katanya.
Fandy optimistis, Politeknik Konstruksi Batam yang mengedepankan inovasi teknologi mampu menjadi pusat pengembangan tenaga profesional di bidang teknik sipil, elektro, mesin, serta bidang rekayasa lainnya.
Selain memenuhi kebutuhan industri, keberadaan politeknik tersebut juga membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan SMA dan SMK. Para generasi muda Batam, dapat memperoleh pendidikan terapan yang memiliki keterkaitan langsung dengan dunia industri.
“Orangtua yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan tinggi, dapat mempertimbangkan bidang teknik rekayasa. Peluang kerjanya sangat luas, terutama dengan perkembangan industri konstruksi dan infrastruktur di Batam,” ungkapnya.
Fandy berharap, kehadiran Politeknik Konstruksi Batam menjadi angin segar bagi lulusan sekolah menengah yang ingin memiliki kompetensi professional, sekaligus peluang karier yang jelas.
“Semoga, pendirian politeknik konstruksi di Batam mampu melahirkan generasi baru tenaga ahli yang siap bersaing dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” tutupnya. (asa)
BERITA TERKAIT:
LSBU GKS APPEKNAS Resmi Beroperasi, Permudah Sertifikasi Badan Usaha Konstruksi Nasional
APPEKNAS Dorong Kontraktor Nasional Tangkap Peluang Proyek Konstruksi Migas Melalui KPBU
Appeknas dan ISO Space Dorong Peningkatan Daya Saing Pelaku Usaha Melalui Standarisasi ISO
Appeknas Gandeng UGM Malaysia, Dosen dan Mahasiswa Batam Berpeluang Raih Beasiswa PhD
Mitigasi Risiko jadi Kunci, APPEKNAS Bahas Strategi KPBU Bersama Kejati DKI Jakarta







