BATAM (Kepri.co.id) – Boy Kharisma terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Pemandu Acara (Perwara) Indonesia Periode 2026-2029. Saat pemilihan, Boy Karisma bersaing dengan Tonel Riyadi untuk menggantikan Ketua Perwara Indonesia sebelumnya yakni, Syahban Albuqori.
Melalui pemilihan secara demokrasi pada musyawarah luar biasa (Muslub) Perwara Indonesia yang digelar di Spice Cafe The Hills Nagoya Kota Batam, Kamis (23/4/2026) malam, Boy Kharisma mengantongi 71% suara.
Sementara rivalnya, Tonel Ryadi memperoleh suara 29%. Tonel kini resmi mendampingi Boy Kharisma sebagai Wakil Ketua Perwara Indonesia.
“Dengan demikian, kita sepakat tetapkan saudara Boy Kharisma sebagai Ketua, dengan perolehan suara terbanyak,” ucap Profesor Golan Hasan selaku Stering Commite (SC) sekaligus salah satu Dewan Pakar Perwara Indonesia.
Boy Kharisma dalam pidatonya, mengucapakrasa terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memilihnya. “Saya anak pertama dari empat bersaudara. Dari dulu saya tak pernah merasakan sosok abang ataupun kakak. Tapi, ketika di Perwara, itu semua saya dapatkan dari abang, kakak saya. Terima kasih. Terima kasih juga untuk seluruh teman-teman Perwara yang telah memilih dan mempercayai saya, sebagai Ketua Perwara Indonesia,” tutur Boy.
Dalam kesempatan yang penuh kehangatan itu, Boy mengajak seluruh unsur pengurus dan anggota untuk terus bergandengan tangan, kompak, solid, dan selalu berkolaborasi memajukan Perwara Indonsia.
“Kita kembalikan perwara yang the real perfect. Ke depan, kita sama-sama kompak membuat Perwara sebagai rumah untuk seluruh anggotanya. Nggak perlu kita bermimpi besar, jika belum bisa menyelesaikan hal-hal kecil. Di Perwara ini, ada banyak sekali orang hebat. Setelah pemilihan ini mari kita bersatu, kita berbenah menjadi lebih baik. Saya bukan superman, tapi kita adalah super tim,” motivasi Boy.
Muslub Perwara Indonesia ini, dihadiri langsung Kepala Kesbangpol Kota Batam sekaligus Pembina Perwara Indonesia Riama Manurung, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Kota Batam sekaligus Dewan Penasihat dan Pembina Perwara Indonesia, Dato Wira Setia Utama YM H Raja Muhammad Amin beserta kajaran pengurus LAM.
Hadir juga, Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepri sekaligus salah satu Pembina Organisasi Perwara Indonesia Buralimar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata,
Selain itu, kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina Perwara Indonesia yakni, Johar Arif dan Rohaizat. Hadir pula salah satu Dewan Pakar Perwara, yakni Profesor Golan Hasan, serta seluruh Pengurus dan sebagian besar Anggota Perwara Indonesia.
Kepala Dinas Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung dalam kesempatan itu, sebelum terjadi pemilihan, meminta seluruh pengurus dan anggota, memberikan dukungan penuh kepada pemimpin yang telah terpilih.
“Ketua kalau sudah dipilih, silakan didukung. Jangan ditinggal! Karena sehebat apapun ketua, tak bisa apa-apa jika tanpa dukungan. Organisasi itu nyawanya ada di seluruh anggota. Untuk itu, kerja sama, jaga kekompakan. dan selalu berkolaborasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Next Leader – Next Level“, seluruh personel Perwara Indonesia tampak antusias hadir mengenakan kostum hitam putih, dilengkapi dengan badge dan pin yang juga bukan sekadar aksesoris atau hiasan biasa, namun juga sebagai simbol kehormatan keluarga besar Perwara Indonesia.
Tema sederhana ini tak hanya sekadar tema yang diusung untuk kegiatan muslub ini, melain sebagai representasi Perwara Indonesia di bawah kepemimpinan yang baru.
Dalam kesempatan yang istimewa itu, salah satu sosok yang berperan penting hadirnya Perwara Indonesia, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Kota Batam sekaligus Dewan Penasihat dan Pembina Perwara Indonesia, Dato Wira Setia Utama, YM H Raja Muhammad Amin juga memberikan wejangan dan meminta kepada seluruh anggota Perwara, agar tetap semangat dan terus berkembang dalam kejujuran dan junjung tinggi profesionalitas.
“Mungkin lawan yang kita hadapi nanti ini di bidang yang sama, tapi kita tetaplah semangat. Biarkan kita berkembang sama-sama. Mainkanlah permainan yang bersih. Bersaing haruslah bersih dan profesional. Mainlah dangan baik dan jujur,” tegasnya.
Dato juga mengajak seluruh anggota Perwara tidak menghentikan langkah, melainkan terus lebarkan sayap ke level yang lebih lagi.
“Kalau tak bisa jadi garam untuk mengasinkan ikan, jangan menjadi langau (lalat hijau) untuk busukkan ikan. Wahai Perwara, sanggamlah (mantap/ tak ada yang bisa menggoyahkan) dikau!! Insyaa Allah, kita akan semakin besar. Kita akan terus melangkah. Teruslah berjuang,” tuturnya. (asa)
BERITA TERKAIT:
Kebersamaan Pembawa Acara Indonesia Menggema di Kota Batam
