BATAM (Kepri.co.id) – Perkumpulan Pemandu Acara (Perwara) Indonesia kembali menegaskan eksistensinya sebagai wadah profesionalisme dan kebersamaan bagi para pembawa acara di Tanah Air. Melalui kegiatan Meet n Greet Nasional Anggota Perwara Indonesia yang digelar di Hotel The Hill Batam, Kamis (23/10/2025), suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi menyelimuti pertemuan para master ceremony (MC), host, dan presenter dari berbagai daerah di Kepulauan Riau (Kepri).
Ajang Kebersamaan dan Kolaborasi
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar temu kangen antaranggota. Ia menjadi momentum memperkuat solidaritas, memperluas jejaring profesional, serta menumbuhkan semangat baru bagi pembawa acara, agar terus berkembang di tengah dinamika industri hiburan dan komunikasi yang semakin kompetitif.
Menurut panitia, Meet n Greet merupakan agenda rutin Perwara Indonesia yang digelar dengan tujuan sederhana namun bermakna besar — menyatukan para pembawa acara profesional dari berbagai daerah untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan kerja positif.
Kegiatan Interaktif dan Penuh Keakraban
Acara dikemas secara interaktif dan kekeluargaan, menghadirkan beragam sesi menarik seperti sharing experience, berbagi inspirasi profesi, serta diskusi mengenai dunia pembawa acara di era digital.
Suasana makin hangat dengan adanya ice breaking games, tukar kado Rp25.000, dan penampilan spontan para anggota yang menambah keceriaan malam tersebut.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini diawali dengan registrasi peserta dan ramah tamah, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh panitia serta sambutan dari Ketua Umum Perwara Indonesia, Sya’ban Al Buchari.
Apresiasi Ketua Umum: Kebersamaan Adalah Kekuatan
Dalam sambutannya, Sya’ban Al Buchari menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
”Saya bangga melihat semangat rekan-rekan pembawa acara dari Sabang sampai Merauke. Meski datang dari latar berbeda, semangat kita satu — menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan terus berkembang di profesi yang kita cintai,” ujar Sya’ban.
Ia menegaskan, profesi pembawa acara bukan sekadar berbicara di depan publik, melainkan seni komunikasi yang bernilai, memiliki tanggung jawab moral, dan berperan penting menyampaikan pesan publik secara positif dan beretika.
Batam Jadi Tuan Rumah yang Ideal
Ketua Panitia Pelaksana, Aji Widjaya, menjelaskan bahwa Batam dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan kegiatan event berskala nasional.
Selain dikenal sebagai kota bisnis dan ekonomi kreatif, Batam juga merupakan rumah bagi banyak anggota Perwara aktif di wilayah Kepri.
”Batam bukan hanya strategis, tapi juga simbol semangat profesionalisme. Banyak anggota Perwara di sini yang aktif di dunia penyiaran dan MC, jadi kegiatan ini juga bentuk apresiasi bagi mereka,” ujar Aji.
Ballroom Hotel The Hill yang elegan, berpadu dengan konsep acara hangat dan terbuka, menjadikan Meet n Greet ini berlangsung lancar dan penuh kesan mendalam.
Sesi Inspiratif: Menjadi MC Profesional di Era Digital
Salah satu sesi paling ditunggu adalah sharing session bertema ”Menjadi MC Profesional di Era Digital”, dipandu tiga pembawa acara kocak dari Batam — Rahmad Sagara, Ronny Samza, dan Nino Bagoes Oka.
Para peserta antusias berbagi kisah dan pengalaman berkarier di berbagai bidang, mulai dari acara pemerintahan, pernikahan, hingga televisi.
Beragam cerita inspiratif muncul, menggambarkan bahwa profesi MC bukan sekadar ”berbicara”, tetapi juga soal membangun kepercayaan, kredibilitas, dan hubungan dengan audiens.
Deklarasi Komitmen dan Penghargaan
Puncak acara ditandai dengan declaration moment, simbol komitmen seluruh anggota Perwara Indonesia untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan profesionalisme di dunia pembawa acara.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada anggota inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi organisasi dan profesinya.
Malam kebersamaan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan hiburan dari para anggota yang menutup kegiatan dengan penuh tawa dan haru.
Perwara Indonesia, Rumah Besar Pembawa Acara
Menutup acara, Sya’ban Al Buchari menegaskan bahwa Perwara Indonesia bukan hanya wadah sosial atau seremonial, melainkan pusat pengembangan kompetensi bagi para MC, host, dan presenter di Indonesia.
”Profesi MC adalah seni berkomunikasi yang memadukan karakter, etika, dan empati. Melalui Perwara, mari kita jadikan organisasi ini rumah besar bagi para pembawa acara untuk tumbuh bersama dan saling menguatkan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan setiap tahun di berbagai daerah, agar semangat kebersamaan dan profesionalisme pembawa acara Indonesia semakin menyebar ke seluruh penjuru nusantara. (asa)
