Ekspedisi Patriot UI Turun ke Barelang, Dukung Pengembangan Kawasan Transmigrasi

Tim Ekspedisi Patriot UI, membahas kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, baru-baru ini. (Sumber: TEP UI)

BATAM (Kepri.co.id) — Pembangunan kawasan transmigrasi Barelang, Kepulauan Riau (Kepri), mendapat penguatan melalui kolaborasi akademisi, pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat.

Kementerian Transmigrasi melalui program Ekspedisi Patriot 2026 (TEP 2026) mengirimkan tim akademisi dari empat perguruan tinggi negeri, untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi.

Salah satunya adalah Universitas Indonesia (UI), yang mendapat fokus pendampingan di kawasan Barelang.

Tim UI mulai menjalankan rangkaian kegiatan pada Agustus 2026,dengan menemui sejumlah pemangku kepentingan di Batam.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menerjemahkan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025,menjadi program dan pendampingan yang lebih konkret di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian pertemuan itu, tim memaparkan hasil riset TEP UI 2025 sekaligus menyampaikan fokus kerja tahun ini yang diarahkan pada tiga sektor prioritas, yakni perikanan, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan ketiga sektor tersebut, dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, koperasi, serta kelompok masyarakat.

Untuk memperkuat koordinasi, Tim UI melakukan kunjungan ke Bappeda Pemko Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan).

Kemudia Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja, Polresta Barelang, Polsek Galang, Camat Galang, Lurah Sembulang, Ketua RW, PT Makmur Elok Graha (MEG), koperasi, serta kelompok masyarakat di kawasan transmigrasi.

Enam Temuan untuk Memperkuat Pembangunan

Ketua Tim UI, Dr Vishnu Juwono SE MIA, memaparkan enam temuan utama dari riset TEP UI 2025,yang menjadi pijakan dalam pelaksanaan program tahun ini.

Enam rekomendasi tersebut, meliputi penguatan tata kelola kolaboratif yang ditopang political will seluruh pemangku kepentingan, pembentukan unit koordinasi pengembangan kawasan transmigrasi di BP Batam.

Selanjutnya peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) transmigran, pengembangan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi pesisir, penguatan UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Rekomendasi tersebut, kemudian diarahkan menjadi program yang lebih aplikatif. Selama empat bulan ke depan, Tim UI akan melaksanakan program sekaligus pendampingan langsung pada sektor perikanan, pariwisata, dan UMKM di kawasan transmigrasi Barelang.

“Program TEP 2026 di kawasan Barelang ini, akan lebih banyak kepada aksi nyata beserta pendampingan, dari apa yang sudah diteliti sebelumnya, dengan terjun langsung bersama masyarakat,” jelas Dr Vishnu Juwono.

Ia menambahkan, Tim UI membawa pendekatan multidisiplin yang memadukan kesejahteraan sosial, ilmu pemerintahan, administrasi publik, budaya, dan teknologi.

Pendekatan tersebut, diharapkan mampu menghasilkan pola pendampingan yang lebih komprehensif.

Sehingga, berbagai tantangan di kawasan transmigrasi dapat dijawab secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tim UI dipimpin Dr Vishnu Juwono dan beranggotakan lima alumni dari tiga perguruan tinggi negeri, yakni UI, Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.

Mendorong Ekonomi Lokal dari Potensi Kawasan

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di Barelang, tidak hanya diarahkan menghasilkan kajian, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penguatan sektor perikanan, diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi pesisir. Sementara pengembangan UMKM, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha.

Di sisi lain, pariwisata berbasis masyarakat diharapkan membuka peluang ekonomi baru, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam mengembangkan potensi kawasan.

Di kawasan yang sama, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) juga menjalankan tugas dengan fokus yang berbeda-beda.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pembangunan yang lebih menyeluruh, dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sesuai karakteristik dan kebutuhan kawasan.

Melalui sinergi Kementerian Transmigrasi, Universitas Indonesia, Pemprov Kepri, Pemko Batam, dunia usaha, koperasi, dan kelompok masyarakat, pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang diharapkan semakin terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (asa)