BATAM (Kepri.co.id) — Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Kota Batam akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-9 pada 7 Februari 2026 di Hotel AP Premier, Jodoh.
Forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum strategis untuk menentukan arah baru Gapensi Batam di tengah tantangan berat industri konstruksi nasional.
Ketua Panitia Muscab BPC Gapensi Kota Batam, Aman Goh, menyampaikan, pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak 23 Januari hingga 2 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Kantor BPC Gapensi Batam.
Proses seleksi dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dengan salah satu persyaratan utama berupa kesediaan memberikan sumbangan sebesar Rp100 juta, sebagai bagian dari pembiayaan pelaksanaan muscab.
”Setiap calon diwajibkan mengambil formulir pendaftaran dan melampirkan bukti setoran sumbangan Rp100 juta ke rekening resmi BPC Gapensi Batam,” jelas Aman.
Syarat Calon Ketua Gapensi Batam
- Calon ketua harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan moral, antara lain:
- Memiliki KTA Gapensi aktif, minimal tiga tahun berturut-turut dan tercatat dalam sistem SIAGA.
- Melampirkan akta pendirian atau perubahan terakhir badan usaha.
- Menyusun visi dan misi kepemimpinan.
- Pernah menjabat dalam kepengurusan Gapensi di tingkat pusat, daerah, atau cabang minimal satu periode.
- Tidak pernah pindah ke asosiasi sejenis.
- Tidak sedang dalam status pailit, dicabut hak jabatan, atau menjalani hukuman pengadilan.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Berdomisili di Kota Batam.
- Mengisi formulir, melampirkan CV, pas foto, dan fotokopi KTP.
- Aman memperkirakan, sedikitnya lima kandidat akan mendaftar, sehingga dana partisipasi yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp500 juta.
Kepemimpinan di Tengah Tantangan Berat
Ketua BPC Gapensi Batam, Sahaya Simbolon, menjelaskan, muscab ini merupakan perpanjangan dari masa kepengurusan sebelumnya, sesuai ketentuan AD/ART yang memungkinkan perpanjangan maksimal tiga bulan setelah masa jabatan berakhir.
Hal ini juga dipengaruhi oleh belum terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Gapensi Kepri, sehingga kepemimpinan di tingkat provinsi saat ini berada di bawah Badan Pimpinan Sementara (BPS) Gapensi Pusat.
”Kami diarahkan untuk menyelenggarakan muscab paling lambat 10 Februari 2026, dan kami tetapkan pada 7 Februari,” ujar Sahaya kepada wartawan di Nagoya Food Court, Sabtu (24/1/2026).
Ia mengakui, dunia konstruksi saat ini menghadapi tekanan berat, baik dari sisi regulasi, perizinan, hingga persaingan usaha. Jika beberapa tahun lalu anggota BPC Gapensi Batam mencapai lebih dari 400 perusahaan, kini tersisa sekitar 100 perusahaan aktif.
”Namun, di tengah kondisi sulit ini, Gapensi Batam masih relatif kuat dibandingkan daerah lain yang hanya memiliki 5 hingga 40 anggota,” tambahnya.
Regenerasi dan Harapan Baru
Sejumlah nama telah muncul sebagai calon ketua, di antaranya Tarmizi, Aman Goh, Iswahyudi, dan Jhonson Sibuea. Sahaya sendiri mengaku masih mempertimbangkan, apakah akan mencalonkan kembali, mengingat faktor kelelahan setelah satu periode memimpin Gapensi Kota Batam.
”Yang terpenting bagi saya bukan siapa yang terpilih, tetapi bagaimana nakhoda baru mampu menjaga keberlangsungan organisasi dan menghadirkan inovasi. Tanpa inovasi, organisasi ini bisa kolaps,” tegas Sahaya.
Ia menyoroti, peran Gapensi dalam proses perizinan kini jauh berkurang, karena seluruh layanan telah terintegrasi secara elektronik melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hal ini, menuntut Gapensi untuk mendefinisikan ulang perannya, agar tetap relevan dan bernilai bagi anggota.
Solusi dan Terobosan untuk Ketua Baru
Menghadapi tantangan tersebut, sejumlah terobosan strategis menjadi kebutuhan mendesak bagi Ketua Gapensi Batam ke depan, antara lain:
Transformasi Layanan Anggota – Mengembangkan pusat konsultasi hukum, teknis, dan bisnis bagi anggota agar tetap memperoleh nilai tambah di luar aspek perizinan.
Digitalisasi Organisasi – Membangun sistem informasi internal, database proyek, dan platform kolaborasi antaranggota.
Penguatan SDM dan Sertifikasi – Mendorong pelatihan berkelanjutan, sertifikasi tenaga kerja, serta peningkatan kompetensi manajemen perusahaan konstruksi.
Kemitraan Strategis – Menjalin kerja sama dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk memperluas akses proyek dan pembiayaan.
Advokasi Kebijakan – Memperkuat peran Gapensi sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam penyusunan regulasi konstruksi yang adil dan berkelanjutan.
”Jika saya dipercaya kembali, tentu saya harus membawa inovasi baru, bukan sekadar melanjutkan pola lama,” ujar Shahaya.
Muscab sebagai Momentum Konsolidasi
Muscab BPC Gapensi Batam 2026 akan dihadiri Wakil Ketua Umum BPP Gapensi Pusat, Achmad Hanafiah (Abo), yang juga menjabat sebagai Caretaker BPS Gapensi Kepri.
Tema Muscab tahun ini, ”Industri Konstruksi Berkelanjutan dan Konsolidasi Gapensi Kota Batam,” dipilih sebagai refleksi atas tantangan berat dunia industri, sekaligus komitmen organisasi untuk tetap adaptif, solid, dan berdaya saing.
Sekretaris Panitia Muscab BPC Gapensi Kota Batam, Iswahyudi, mengajak seluruh anggota yang kartu tanda anggotanya masih aktif maupun yang belum memperpanjang, agar segera melakukan perpanjangan demi memperoleh hak suara dalam muscab ke-9 ini.
Ditanya dirinya salah satu calon Ketua Gapensi Kota Batam, ”Sepanjang memenuhi syarat sesuai AD/ART dan mendapat dukungan anggota, saya siap maju sebagai calon ketua,” kata Iswahyudi. (asa)
BERITA TERKAIT:
Pembangunan Batam Masif, Gapensi Minta BP dan Pemko Berpihak pada Kontraktor Lokal







