Aksi Mogok Umum Lumpuhkan Italia di Tengah Unjuk Rasa Pro-Gaza

Aksi Mogok Umum Lumpuhkan Italia di Tengah Unjuk Rasa Pro-Gaza
Warga Italia melakukan aksi mogok umum dengan memberikan dukungan pro-Gaza, Senin (22/9/2025). (Sumber: Xinhua)

ROMA (Kepri.co.id – Xinhua) – Aksi mogok umum sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza mengakibatkan lumpuhnya transportasi publik, sekolah, dan sejumlah layanan lainnya di Italia pada Senin (22/9/2025), menimbulkan gangguan di kota-kota besar.

Ini merupakan inisiatif serupa kedua dalam beberapa hari terakhir, setelah aksi mogok umum pertama selama empat jam yang diserukan Konfederasi Buruh Umum Italia (CGIL), serikat buruh terbesar di Italia, pada 19 September 2025.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Roma. (XHTV)

Transportasi dan beberapa rute kereta lokal mengalami gangguan, terutama pada jam-jam sibuk pada pagi dan siang hari, sementara aktivitas di pelabuhan Genoa dan Livorno terhenti akibat aksi mogok para pekerja pelabuhan.

Dengan sebagian besar sekolah, universitas, dan beberapa kantor pemerintah masih belum beroperasi, sejumlah besar warga Italia turun ke jalan-jalan menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina, dan menentang aksi militer Israel di Jalur Gaza.

Demonstrasi digelar di sedikitnya 75 kota besar dan kecil di seluruh negara tersebut, dengan unjuk rasa terbesar tercatat di Roma, Bologna, Milan, Turin, dan Venesia.

Rai News, lembaga penyiaran Italia, melaporkan sedikitnya 100.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa.

Menurut ANSA, kantor berita Italia, ratusan pengunjuk rasa pro-Gaza terlibat bentrokan dengan polisi di Milan, dekat Stasiun Pusat kota tersebut.

Belasan orang dilaporkan ditahan, atas tuduhan mengganggu ketertiban umum, sementara sekitar 60 personel polisi mengalami luka-luka atau memar, dengan 23 di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Secara keseluruhan, para pengunjuk rasa berupaya menekan pemerintahan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni untuk menuntut sanksi bagi Israel, mendukung inisiatif kemanusiaan bagi warga sipil Palestina, serta menangguhkan semua perjanjian perdagangan dan militer dengan Israel hingga konflik di Gaza berakhir, dan pendudukan di Tepi Barat dicabut.

Serikat buruh juga menyerukan kepada pemerintah Italia agar mengakui Negara Palestina, sebuah langkah yang belum diambil oleh kabinet negara itu sejauh ini.

Beberapa negara anggota Uni Eropa (UE), termasuk Portugal, Spanyol, dan Prancis, bersama dengan Inggris, Kanada, dan Australia, telah mengakui Negara Palestina atau mengumumkan rencana untuk melakukan hal itu. Namun, Italia belum mengambil langkah serupa. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Daya Tarik Potensi Investasi Batam Pukau Investor Italia

Utang Publik Italia Tembus 3.000 Miliar Dolar AS untuk Kali Pertama

Perpustakaan Biblioteca Angelica

PM Italia Kunjungi Lebanon Tunjukkan Solidaritas di Tengah Serangan Israel

Telusuri Jejak Marco Polo ke China, Petualang Wanita Asal Italia Saksikan Transformasi Jalur Sutra

RS Italia Gunakan Sistem PET/CT Seluruh Tubuh Pertama di Dunia Buatan Perusahaan China

Exit mobile version