BEIRUT (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni pada Jumat (18/10/2024) mengunjungi Lebanon, menyampaikan pesan dukungan kepada rakyat Lebanon yang sedang terjebak dalam konflik Hizbullah-Israel.
Dalam konferensi pers gabungan setelah bertemu dengan PM sementara Lebanon, Najib Mikati, Meloni mengatakan, kehadirannya di Lebanon bertujuan menunjukkan solidaritas dan kedekatannya dengan warga sipil yang menderita akibat konflik tersebut.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Beirut. (XHTV)
“Inilah mengapa saya ulangim bahwa saya menganggap tindakan menyasar UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) tidak dapat diterima. Saya sekali lagi meminta, agar semua pihak berupaya memastikan keselamatan setiap prajurit selalu terjamin. Ini juga menjadi alasan mengapa saya yakin UNIFIL harus diperkuat. Hanya dengan memperkuat UNIFIL sembari mempertahankan netralitasnya, kita akan dapat membalikkan keadaan,” ujar Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Baca Juga: Dalam Sehari, UNIFIL Deteksi 1.500 Lebih Serangan Lintas Batas Israel-Lebanon
“Saya pikir kita harus kembali ke misi awal UNIFIL dan melakukannya dengan benar dalam koordinasi dengan kasih. Saya juga yakin, Pasukan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/ LAF) harus diposisikan dalam kondisi terbaik untuk dapat memikul tanggung jawab mereka.”
Tujuannya, kata Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, untuk meningkatkan kapabilitas keseluruhan pasukan keamanan Lebanon dengan memperkuat program pelatihan dan pendidikan yang ada saat ini sesuai kesepakatan dengan otoritas Lebanon.
Saya mendiskusikan semua topik ini dengan PM Mikati. Saya setuju dengan beliau, mengenai implementasi penuh dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Ini juga berarti, di sebelah selatan Sungai Litani tidak boleh ada kehadiran militer lain selain UNIFIL dan LAF,” ujar Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Baca Juga: UNIFIL: Tank-tank Israel “Masuk Secara Paksa” ke Pos PBB di Lebanon Selatan
Sementara itu, Mikati mendesak Israel untuk berkomitmen penuh terhadap gencatan senjata, menghormati hukum internasional, mengimplementasikan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.
Dia menekankan kesiapan pemerintah “untuk memperkuat kehadiran pasukan itu di daerah selatan guna melaksanakan tugasnya secara penuh dalam kerja sama dengan pasukan UNIFIL.”
“Lebanon, yang berpegang teguh pada legitimasi internasional, menolak permintaan Israel kepada UNIFIL, untuk meninggalkan posisi dan serangannya terhadap pasukan penjaga perdamaian yang merupakan sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap legitimasi internasional, dan pelanggaran terang-terangan terhadap peran UNIFIL dan misi besarnya mendukung Lebanon dan rakyat Lebanon,” ujar Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati.
Baca Juga: Prancis Panggil Dubes Israel, Kecam Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
Dia menambahkan, “kedaulatan negara Lebanon atas wilayahnya adalah solusi untuk semua masalah yang ada,” seraya menyatakan harapannya, “Italia akan memainkan peran efektif dalam menghentikan agresi yang sedang berlangsung terhadap Lebanon dan rakyat Lebanon.” (hen/ xinhua-news.com)
