Menengok Keseruan Ekspatriat Rayakan Tahun Baru Imlek di “Ibu Kota Porselen” China

Warga negara asing (yangjingpiao) melukis perselen merayakan tahun baru Imlek 2026 di Provinsi Jiangxi, China timur. (F. Xinhua)

JINGDEZHEN (Kepri.co.id – Xinhua) – Dikenal sebagai ibu kota porselen China yang memiliki sejarah selama lebih dari seribu tahun, Jingdezhen di Provinsi Jiangxi, China timur, merayakan Festival Musim Semi tahun ini atau Tahun Baru Imlek dengan serangkaian acara budaya yang menggabungkan tradisi dan partisipasi internasional.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Jingdezhen, China. (XHTV)

Warga negara asing — yang secara lokal dijuluki “Yangjingpiao” — dari berbagai negara termasuk Prancis, Maroko, dan Kanada bergabung dalam perayaan-perayaan komunitas di seluruh penjuru kota tersebut.

Di Blok Sejarah dan Budaya Taoyangli, mereka merasakan langsung beragam tradisi, seperti melukis motif zodiak di piring porselen dan menulis ucapan selamat Tahun Baru di gulungan merah — kebiasaan yang melambangkan pembaruan dan keberuntungan.

Di Blok Budaya dan Kreatif Taoxichuan, mereka berpartisipasi dalam serangkaian pertunjukan panggung bersama seniman-seniman muda China, mengubah festival tersebut menjadi platform untuk ekspresi lintas budaya.

“Ini tahun pertama saya merayakan Tahun Baru Imlek di Jingdezhen. Saya merasa sangat bahagia dan penuh sukacita, dan saya berharap dapat membuat banyak kenangan indah. Ini pengalaman baru bagi saya, dan saya sangat menyukainya,” ujar Yangjingpiao, Fagrouch Nihad.

“Saya sangat senang bisa menghadiri upacara Tahun Baru Imlek ini. Suasananya penuh kebahagiaan dan banyak orang terlibat dalam pembukaan acara, serta melakukan segala hal baik. Saya berharap tahun ini akan menjadi tahun yang baik bagi saya,” tambah Yangjingpiao, Ben Mahmoud Mouad.

Hidangan khas perayaan semakin menghangatkan suasana kebersamaan di meja makan. Pangsit tradisional disajikan berdampingan dengan berbagai hidangan bercita rasa internasional, mencerminkan semakin beragam dan berkembangnya komunitas global di kota itu.

Melalui seni, pertunjukan, dan harapan bersama, Festival Musim Semi di Jingdezhen menjadi bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga panggung pertukaran budaya dan berbagi berkah Tahun Baru lintas perbatasan. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Perayaan Imlek Bertepatan dengan Ramadan, Menag RI Tekankan Pentingnya Toleransi Agama dan Budaya

Imlek Penuh Sukacita, MEG Hadirkan Kebersamaan dan Dukungan Nyata untuk Warga

Menengok Suasana Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di China

Whoosh Catat Lonjakan Penumpang hingga 25 Persen saat Libur Panjang Imlek