Desa Resun Dicanangkan Desa Wisata Ramah Perempuan dan Anak

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kepri, Hj Dewi Kumalasari Ansar dikalungi bunga sampai di Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Kamis (19/10/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

LINGGA (Kepri.co.id) – Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga dicanangkan sebagai desa ramah perempuan dan anak.

Pencanangan desa ramah perempuan dan anak ini, dilakukan Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kepri, Hj Dewi Kumalasari Ansar, Kamis (19/10/2023).

Kegiatan ini melibatkan peserta para pelajar anak-anak berusia dari 15 sampai 17 tahun terdiri perwakilan dari Desa Resun, Forum Anak Kabupaten Lingga, Kota Batam, dan Kabupaten Natuna. Jumlah total peserta 50 orang.

Kegiatan ini juga dihadiri Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepri, LKKS Provinsi Kepri, tim penggerak PKK Kabupaten Lingga, dan pemerintah Desa Resun.

Dewi Kumalasari mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata Desa Resun yang menjadi desa wisata ramah perempuan dan peduli anak.

Desa Resun memiliki potensi kekayaan keindahan alam yang luar biasa, serta khazanah kebudayaan yang dilestarikan dan dimanfaatkan masyarakatnya. Desa Resun juga telah meraih berbagai macam prestasi dalam bidang kepariwisataan.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat mendukung inisiasi dijadikannya Desa Resun ini, sebagai destinasi pariwisata ramah perempuan dan anak,” ujarnya.

Dewi Kumalasari juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program PKK dan LKKS untuk Indonesia maju.

PKK dan LKKS adalah mitra pemerintah untuk memberikan pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan keluarga, dengan beberapa program yang diprioritaskan, terutama di bidang kesehatan.

Salah satunya memberikan bimbingan dan binaan kepada pengurus PKK dan masyarakat yang berada di Desa Resun, melalui kegiatan di puskesmas dan posyandu.

Dewi Kumalasari berharap, kegiatan ini dapat menimbulkan rasa aman kepada kaum perempuan dan anak di Desa Resun. Hal ini mengacu pada Permendikbud nomor 46 tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan pencegahan kekerasan.

“Kami tahu akhir-akhir ini Indonesia tidak terkecuali Kepri darurat bullying. Oleh karena itu, kami memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak agar mereka dapat melindungi diri mereka sendiri dan saling menghargai,” tuturnya.

Kegiatan darmawisata Desa Resun ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu dari 19 sampai 21 Oktober 2023.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Resun, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat, serta antara sesama pengurus PKK dan LKKS.

Pada kesempatan yang sama, LKKS Provinsi Kepri bersama Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad juga menyerahkan 2.000 bibit cabai dan 100 goodie bag berisi masker, multivitamin, dan povidone iodine untuk PKK Kabupaten Lingga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lingga M Nizar, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri Rizki Faisal, Anggota DPRD Provinsi Kepri Kamaruddin Ali, Ketua TP-PKK Kabupaten Lingga Marathusholiha Nizar, dan Ketua DWP Kabupaten Lingga Kamariah. (hen)