BATAM (Kepri.co.id) – Program ketahanan pangan terus diperkuat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam. Melalui pelatihan budidaya ikan lele, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan produktif, tetapi juga dipersiapkan menjadi individu mandiri dan berdaya saing setelah bebas.
Pada Rabu (17/12/2025), warga binaan mengikuti pembekalan intensif budidaya lele yang dipandu langsung oleh peserta magang Program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang tengah bertugas di Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Perempuan Batam.
Pendampingan teknis diberikan secara menyeluruh, mulai dari tahapan dasar hingga pengelolaan berorientasi hasil. Materi yang disampaikan meliputi persiapan kolam dengan standar sanitasi yang baik dan pengaturan suhu air ideal, manajemen pakan yang efisien untuk mempercepat pertumbuhan ikan, hingga pemantauan kesehatan lele guna mencegah penyakit dan menekan risiko kematian.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan peserta magang Kemenaker membawa semangat baru serta pendekatan yang lebih modern, dalam pengelolaan kegiatan pembinaan kemandirian di dalam Lapas.
”Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan warga binaan, agar memiliki bekal usaha yang aplikatif dan bernilai ekonomis,” ujarnya.
Hasil budidaya ikan lele nantinya, diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal Lapas. Selain itu, sebagian hasil panen juga berpeluang dipasarkan secara terbatas, dengan pengelolaan yang diarahkan kembali untuk pengembangan sarana pembinaan dan kegiatan produktif warga binaan.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hal ini menunjukkan, keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat. (asa)
BERITA TERKAIT:
