BATAM (Kepri.co.id) – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam. Deretan sayur kangkung hijau segar hasil budidaya hidroponik siap dipanen, bukan dari kebun biasa, melainkan dari lahan yang dikelola langsung oleh warga binaan.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan dan pemberdayaan. Melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), lahan terbatas di dalam Lapas disulap menjadi area pertanian produktif yang memberi pengalaman berharga bagi warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang difokuskan pada sektor agrobisnis. Selain membekali keterampilan baru, program hidroponik ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah tentang ketahanan pangan.
”Keberhasilan penanaman kangkung hidroponik di Lapas Perempuan, menjadi bukti nyata dukungan kami terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Nur Mustafidah, Rabu (24/9/2025).
Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini membuka harapan baru bagi warga binaan. Dengan sentuhan teknologi hidroponik, mereka tidak hanya diajari cara menanam, tetapi juga bagaimana memanfaatkan lahan sempit secara maksimal, menjaga kualitas hasil, hingga memahami nilai ekonomi dari pertanian modern.
”Kita harapkan, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal nyata setelah bebas nanti. Mereka bisa mengembangkan usaha kecil, mendukung ekonomi keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya.
Pembinaan di Lapas sendiri terbagi dalam dua kelompok besar: pembinaan kepribadian untuk membentuk mental dan spiritual yang lebih baik, serta pembinaan kemandirian seperti hidroponik ini, yang memberi keterampilan aplikatif, agar warga binaan lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
”Dengan panen kangkung hidroponik ini, sekaligus menunjukkan pembinaan bukan hanya wacana. Hasil yang tumbuh dari lahan terbatas menjadi simbol bahwa dari ruang pemasyarakatan, lahir pula kontribusi nyata bagi program ketahanan pangan nasional,” pungkas Kalapas. (asa)
BERITA TERKAIT:
Panen Sayur Sawi Hidroponik, Bukti Nyata Program Lapas Perempuan Batam Dukung Asta Cita Presiden
Kalapas Perempuan Batam Beri Arahan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Tingkatkan Kapasitas Penyelenggaraan Makanan, Pegawai LPP Batam Ikuti Pelatihan Food Handler
