Proyek Tiga Ngarai di China Hasilkan 1,7 Triliun kWh Listrik

Proyek Tiga Ngarai di China Hasilkan 1,7 Triliun kWh Listrik
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 20 Juli 2024 ini, menunjukkan pemandangan Bendungan Tiga Ngarai di Provinsi Hubei, China tengah. (F. Xinhua/Xiao Yijiu)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Proyek Tiga Ngarai, yang merupakan proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia, telah menghasilkan lebih dari 1,7 triliun kilowatt-jam (kWh) listrik. Proyek ini menandai peringatan 30 tahun pembangunannya pada Sabtu (14/12/2024).

Jumlah tersebut setara dengan penghematan 550 juta ton batu bara standar, dan pengurangan emisi karbon dioksida sebanyak 1,49 miliar ton, menurut Kementerian Sumber Daya Air China.

Baca Juga: Insinyur Asal Indonesia Saksikan Transformasi Cerdas di Pembangkit Listrik Raksasa Energi China DATANG

Unit pembangkit listrik tenaga air pertama dari proyek tersebut, mulai dioperasikan untuk menghasilkan listrik pada Juli 2003.

Proyek tersebut berhasil mencegah banjir sebanyak hampir 70 kali, menunjukkan manfaat dan kontribusi yang komprehensif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi.

Baca Juga: Ladang Angin Tertinggi di Dunia yang Berada di China, Dorong Pengembangan Energi Bersih

Proyek tersebut telah meningkatkan aktivitas pelayaran di Sungai Yangtze, dengan throughput kargo kumulatif lebih dari 2,1 miliar Ton dan rata-rata keuntungan ekonomi tahunan sebesar 34,4 miliar Yuan (1 Yuan = Rp2.194) atau 4,78 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp15.939).

Proyek tersebut mengatur dan menambah pasokan air, untuk bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze selama 2.732 hari, dengan total tambahan pasokan air lebih dari 360 miliar meter kubik.

Baca Juga: Perusahaan China Mulai Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik Terbesar di Tunisia

Hal ini dapat membantu menjamin pasokan air minum dan irigasi, untuk bagian tengah dan hilir.

Kualitas lingkungan ekologis di area Waduk Tiga Ngarai telah meningkat. Kapasitas pengolahan limbah harian meningkat sebesar 1,58 juta Ton.

Baca Juga: Peran Perusahaan China di Balik Kesuksesan Proyek PLTS Ground-mounted Terbesar di Indonesia

Cakupan hutan dan rumput di sejumlah area utama juga meningkat, dengan tingkat tutupan hutan melebihi 50 persen, sehingga meningkatkan kemampuan konservasi tanah dan air. (amr/ xinhua-news.com)