Tempat Usaha Telaga Rindu Bagi Sembako Sambut HUT RI, Pengurus RT: Warga Mendukung Tempat Usaha

Pengurus RT dan pelaku usaha Kampung Telaga Rindu, Kelurahan Kabil bakti sosial membagikan sembako menyambut HUT ke-81 RI di Kampung Telaga Rindu Kabil, Minggu (16/8/2026). (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Sejumlah pengusaha di Telaga Rindu Kelurahan Kabil, bakti sosial (baksos) menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026).

Baksos yang dihadiri pengurus Rukun Tetangga (RT), tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat tersebut, pemilik usaha membagikan sembako terdiri beras, mie instan, dan minyak goreng.

Warga antusias menerima sembako, dari kepedulian pemilik usaha di Telaga Rindu tersebut.

“Pemilik usaha sudah beraktivitas tiga tahun di perkampungan kami Telaga Rindu. Keberadaan tempat usaha tersebut, bermanfaat membantu masyarakat, baik kehidupan sosial maupun pembangunan sarana dan prasarana kampung,” ujar Ketua RT 05 RW 17 Telaga Rindu Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, Anwar Djaga Aihua di sela-sela baksos.

Turut mendampingi Ketua RT yakni Ketua Pemuda Telaga Rindu Polmer Sinaga,
Ketua Humas Telaga Rindu Morlan Siahaan, dan Tokoh Masyarakat Iskandar Nur.

Anwar menguraikan, selama tiga tahun tempat hiburan di perkampungan Telaga Rindu, turut membantu masyarakat.

“Ada masyarakat yang bekerja di tempat usaha yang ada di Telaga Rindu. Plaku usaha berpartisipasi membangun sarana prasarana kampung. Seperti semenisasi, ruang pertemuan fasilitas umum, membantu rumah ibadah, dan lainnya,” ungkap Anwar.

Warga Tak Ada Keberatan Kehadiran Tempat Usaha

Tokoh Masyarakat Telaga Rindu, Iskandar Nur, menegaskan, warga tidak ada keberatan atas kehadiran tempat usaha di perkampungan Telaga Rindu.

“Jangan ada orang luar memecah belah persatuan kami, warga perkampungan Telaga Rindu. Terus terang, warga terbantu atas kehadiran tempat usaha tersebut. Kepedulian sosial tempat usaha tersebut, langsung dirasakan masyarakat,” ujar Iskandar.

Jika ada media yang mencoba memecah belah persatuan warga dengan narasi penolakan tempat usaha, ditegaskan Iskandar, itu adalah hoaks dan fitnah karena penyakit hati iri dengki.

“Warga mendukung keberadaan tempat usaha di tempat kami,” pungkasnya. (asa)