PM Palestina Umumkan Upaya untuk Tarik Dana Pajak yang Ditahan Israel

PM Palestina Umumkan Upaya Tarik Dana Pajak yang Ditahan Israel
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa menghadiri rapat kabinet pertama pemerintah Palestina yang baru dibentuk di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 2 April 2024. (F. Xinhua/Ayman Nobani)

RAMALLAH (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad Mustafa pada Selasa (15/7/2025) mengatakan, kontak politik dan sejumlah upaya sedang dilakukan dengan berbagai pihak untuk mendapatkan kembali pendapatan pajak yang ditahan oleh Israel.

Pendapatan ini “sangat penting untuk memungkinkan lembaga-lembaga negara, untuk terus menjalankan tugas-tugas mereka terhadap warga negara,” ujar Mustafa dalam rapat kabinet mingguan.

Kementerian Keuangan Palestina, baru-baru ini, mengatakan, pihaknya sedang menunggu transfer pendapatan pajak Mei 2025 dan Juni 2025 dari Israel.

Di bawah pengaturan yang ada, Israel memungut bea masuk dan pajak pertambahan nilai atas barang-barang yang diimpor ke wilayah Palestina, dan mentransfernya ke Otoritas Palestina (Palestinian Authority/ PA) setiap bulan.

Dana tersebut, yang mencakup 65 persen dari total pendapatan keuangan Palestinian Authority, digunakan untuk membayar gaji para pegawai negeri. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Gaza Hadapi Kelaparan Setelah Toko Roti Tutup dan Bantuan Menipis

Potret Timur Tengah: Pengungsi Palestina di Jalur Gaza Hadapi Kesulitan Tanpa Henti untuk Bertahan Hidup

PBB: Israel Blokade 71 Persen Wilayah Jalur Gaza bagi Warga Palestina

Sistem Penyediaan Air Minum Kolaps, Warga Gaza “Hampir Mati Kehausan”

Menlu Mesir Tegaskan Tolak Upaya Israel Pisahkan Wilayah Palestina

47 Warga Palestina Luka-luka Akibat Tembakan Israel saat Distribusi Bantuan

Badan Kemanusiaan PBB Sebut Pertikaian Terus Bahayakan Warga Palestina di Gaza

 

Exit mobile version