RAMALLAH (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad Mustafa pada Selasa (15/7/2025) mengatakan, kontak politik dan sejumlah upaya sedang dilakukan dengan berbagai pihak untuk mendapatkan kembali pendapatan pajak yang ditahan oleh Israel.
Pendapatan ini “sangat penting untuk memungkinkan lembaga-lembaga negara, untuk terus menjalankan tugas-tugas mereka terhadap warga negara,” ujar Mustafa dalam rapat kabinet mingguan.
Kementerian Keuangan Palestina, baru-baru ini, mengatakan, pihaknya sedang menunggu transfer pendapatan pajak Mei 2025 dan Juni 2025 dari Israel.
Di bawah pengaturan yang ada, Israel memungut bea masuk dan pajak pertambahan nilai atas barang-barang yang diimpor ke wilayah Palestina, dan mentransfernya ke Otoritas Palestina (Palestinian Authority/ PA) setiap bulan.
Dana tersebut, yang mencakup 65 persen dari total pendapatan keuangan Palestinian Authority, digunakan untuk membayar gaji para pegawai negeri. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Gaza Hadapi Kelaparan Setelah Toko Roti Tutup dan Bantuan Menipis
PBB: Israel Blokade 71 Persen Wilayah Jalur Gaza bagi Warga Palestina
Sistem Penyediaan Air Minum Kolaps, Warga Gaza “Hampir Mati Kehausan”
Menlu Mesir Tegaskan Tolak Upaya Israel Pisahkan Wilayah Palestina
47 Warga Palestina Luka-luka Akibat Tembakan Israel saat Distribusi Bantuan
Badan Kemanusiaan PBB Sebut Pertikaian Terus Bahayakan Warga Palestina di Gaza
