KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Mesir menolak upaya Israel, merusak kesatuan wilayah Palestina dengan memisahkan Jalur Gaza dari Tepi Barat.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Kairo. (XHTV)
Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty pada Sabtu (5/4/2025).
Abdelatty menyampaikan pernyataan itu, dalam sebuah pertemuan di Kairo dengan delegasi gerakan Fatah Palestina yang sedang berkunjung. Delegasi Fatah dipimpin Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah, Jibril Rajoub, sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan terkini di tengah operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat, yang oleh pernyataan kementerian itu, digambarkan sebagai “eskalasi Israel yang berbahaya.”
Abdelatty menyampaikan upaya Mesir, untuk memulihkan gencatan senjata dan melanjutkan aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.
Dia juga menekankan dukungan Kairo untuk Otoritas Palestina (Palestinian Authority/ PA).
Abdelatty menegaskan kembali “penolakan penuh” Mesir terhadap aksi militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat, mengutuk apa yang disebutnya sebagai “kebijakan agresif” Israel dan penggunaan kekuatan yang mengabaikan hukum kemanusiaan internasional.
Dia juga menekankan penolakan Mesir terhadap segala bentuk pemindahan warga Palestina dari tanah mereka, serta menyinggung rencana Arab-Islam untuk merekonstruksi Gaza.
Mesir terus mendorong persatuan Palestina yang lebih kuat di bawah PA, kata Abdelatty, yang ditujukan untuk mencapai solusi permanen berdasarkan pendirian negara Palestina yang merdeka di sepanjang perbatasan yang telah ditetapkan pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Sementara itu, delegasi Fatah memberikan penjelasan kepada Abdelatty mengenai upaya yang dilakukan gerakan tersebut untuk mencapai rekonsiliasi internal Palestina, sebuah langkah yang dianggap penting mendirikan negara Palestina yang merdeka, ungkap kantor berita resmi Palestina WAFA.
Delegasi Fatah juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir, atas upaya terkoordinasinya dengan semua pihak terkait untuk memulihkan gencatan senjata di Gaza dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina, lansir WAFA.
Mesir, bersama Qatar dan Amerika Serikat, menjadi mediator antara Israel dan faksi-faksi Palestina.
Sedikitnya 1.309 warga Palestina tewas dan 3.184 lainnya luka-luka, sejak Israel kembali melanjutkan serangan pada 18 Maret 2025 di Jalur Gaza, lapor otoritas kesehatan setempat pada Sabtu (5/4/2025). (amr/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza
Hamas: Ancaman Trump Perumit Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Israel Perintahkan Warga Gaza Utara Segera Mengungsi di Tengah Ekspansi Militer
Tentara Israel Tewaskan Anggota Biro Politik Hamas dalam Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza
Pekerja Asing PBB Tewas Akibat Pengeboman Israel di Gaza Tengah
Blokade Bantuan dan Tewasnya Staf PBB Hambat Pengiriman Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel
Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina
